Warga Kel. Kandangsapi Protes Proyek NUSP. Bocah Usia 6 Tahun Jadi Korban

0
217

Pasuruan, Sigap88 – Pekerjaan Proyek Septictank Komunal, Drainase, dan Gerobak sampah yang merupakan program NUSP (Neighborhood Upgrading and Shelter Project) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berada di Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan mendapat protes keras dari warga.

Proyek yang menelan biaya 400 juta yang dianggarkan dari APBN ini, tidak semulus yang direncanakan. Pasalnya, proyek NUSP ini, dalam pekerjaannya terkesan semerawut, sehingga beberapa warga sekitar protes karena dinilai menggangu jalan didepan rumah warga. hal itu terlihat dari pekerjaan galian yang dilaksanakan di RT-05 dan RT-02, yang mana, tanah bekas galian tidak langsung dibersihkan, sehingga hal tersebut mengganggu jalan setapak yang dipergunakan warga tiap harinya.

Muslimin, salah satu warga setempat mengatakan bahwa dirinya sangat terganggu dengan pekerjaan proyek yang semerawut itu, karena tanah bekas galian tidak langsung dilakukan pembersihan. “seharusnya setelah dilakukan penggalian, tanah bekas galian ini harus langsung dibersihkan agar tidak mengganggu jalan,” ungkap Muslimin, Jum’at (27/7/2018).

Tidak hanya itu, dikatakan Muslimin, beberapa hari yang lalu sempat ada bocah jatuh ke galian proyek tersebut dan mengakibatkan luka jahitan pada kepala depan dan belakang. “kemarin sempat ada bocah yang jatuh ke dalam galian, kurang lebih 2 meter, ” ucapnya.

Lurah Kandangsapi saat menunjukan galian yang mengakibatkan bocah bernama krishna jatuh

Diketahui, bocah yang jatuh bernama Krishna D.Y merupakan warga Kelurahan Kandangsapi Rt – 05 yang beberapa hari lalu, jatuh dan kepalanya terbentur sehingga mengakibatkan luka dengan 5 jahitan di kepala. Mirisnya, pihak pelaksana tidak tau menau dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Joko Mulyadi selaku Lurah setempat mengaku tidak tahu perihal adanya bocah yang jatuh akibat galian proyek tersebut, ” saya baru tau ini mas kalau ada bocah yang jatuh digalian proyek ini. Saya akan membicarakan untuk memediasi masalah ini dengan keluarga korban, ” kata Lurah pada media ini, Jum’at (27/7/2018).

sampai berita ini diangkat, pihak pelaksana belum bisa dimintai keterangan terkait bocah yang jatuh yang mengakibatkan luka jahitan pada bagian kepala.(Fiq/Gun)

Komentar
Content Protection by DMCA.com