Warga Guluk Guluk Diringkus Petugas Lantaran Mencuri uang

0
43

Sumenep SIGAP88- Supriyadi 14 tahun dusun Guluk guluk tengah, Rt 06 Rw.004 desa Guluk guluk Kecamatan Guluk guluk Kabupaten Sumenep, Jawa timur melakukan tindakan kriminal dengan mencuri uang di dalam toko milik Hamim 38 tahun yang beralamatkan di dusun Duko desa Betaal Timur Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep.

Berawal dari Supriadi yang datang ke toko milik Hamim pada hari selasa 06/11 sekira pukul 11.00 wib.yang beralamat di dusun Duko desa Betaal timur.

Saat di tanya oleh orang tua Hamim (Maswa) hendak mau kemana dan mau menemui siapa, Supriyadi menjawab bahwa dirinya santri dari Pondok pesantren K.A Syauqie Ishom, Kemudiah oleh MASWA disuruh masuk duduk didalam dan diberi makan.

Pada saat Tuan rumah (Maswa) berada di dapur, Supriyadi melakukan aksinya dengan masuk kedalam toko melalui pintu belakang, dan langsung menuju ke tempat penyimpanan uang yang berada didekat kaca etalase dan mengambil uang tersebut yang kemudian dimasukkan kedalam tas, dan langsung pergi melarikan diri.

Mengetahui hal tersebut, MASWA langsung berteriak maling sehingga anaknya yang bernama HAMIM bersama warga sekitar mengejar Supriyadi.

Supriyadi sempat bersembunyi, namun warga berhasil menemukannya di bawah kandang kambing, lantas di amankan oleh warga setempat.

Setelah di amankan oleh warga, Supriyadi dibawa ke Kantor Polsek Ganding, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dalam kesempatan itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang, lantas melakukan pemanggilan kepada orang tua Supriadi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dari pihak korban dan keluarga Supriyadi bersepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Mengingat Supriyadi masih di bawah umur, dan pihak orang tua mengatakan bahwa Supriadi mempunyai gangguan jiwa, Hamim pemilik toko memaafkan dan memaklumi dengan kondisi yang di alami Supriadi, (kejiwaan).

Dengan latar belakang Supriadi yang ditinggal orang tuanya bekerja di Malaysia, dia hanya tinggal bersama kakak sepupunya yang bernama Suhama, maka pihak keluarga Supriadi sepakat untuk membawa ke Lawang (Malang). (Ain)

Komentar
Content Protection by DMCA.com