Tulang Bawang Barat, SIGAP88 – Pelaksanaan pembukaan MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) ke 47 Provinsi Lampung terlaksana di Kabupaten Tulang Bawang Barat Sabtu 27 April 2019

Turut hadir dalam pelaksanaan MTQ ke 47, Gubenur Lampung Dan Wakil Gubernur Serta 14 Bupati dan 2 Walikota yang ada di Provinsi Lampung Anggota Forkopimda Propinsi lampung, Ketua LPTQ, Propinsi lampung , Kepala kantor kementrian agama propinsi lampung, MUI Propinsi Lampung, DPRD Tulang bawang barat, Tokoh adat, pengasuh pondok pesantren, peserta MTQ, Rekan rekan pers,berikut ribuan masyarakat ikut memeriahkan yang berbahagia.

Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 Provinsi Lampung yang diselenggarakan di komplek Islamik Center kelurahan Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang bawang Barat dengan mengusung tema “Allah memberi waktu kita menuju cahaya”.

Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat Umar Ahmad,Sp. menyampaikan ”saya ucapkan selamat datang di Kabupaten Tulang Bawang Barat Berjuluk di bumi Ragem Sai Manai Wawai, kepada Bapak Gubernur ,wakil Gubernur, Wali Kota dan Bupati Se-Provinsi Lampung ”,Kata Umar.

Lanjut Umar, MTQ merupakan nuansa jalanya kehidupan manusia, Allah memberikan waktu kita menuju Cahaya dan saya berbicara kepada teman-teman bahwa daerah ini tidak mempunyai apa-apa, kenapa saya bicara daerah seperti ini karena saya mengakui apa yang membuat kami lebih mudah membayangkan apa saja hal-hal yang lebih baik bagi daerah ini dan yang lebih baik untuk masyarakat.

“Bayangkan sebuah kota dengan ekpresi-ekperisi kelas satu dan Pendidikan kelas satu warga yang menjalani kehidupan perilaku kelas satu’Dan memegang prinsip NENEMO (Nemen Nedes Nerimo)”,Ujarnya.

Hal itu Bupati Umar berharap TuBaBa bukan sekedar singkatan Tulang Bawang Barat saja tetapi sesuatu yang di rancang dengan kesunguhan untuk masa depan bagi masyarakat Yang di mulai Hari ini di Ragem Sai Mangi Wawai.

Dirjen Bimas Islam mewakili Mentri Agama RI, Terkesan Dan Memuji, Rancangan, saya menemukan keunikan yang Beda Dari yang lain Dan ide Tema Kegiatan pembukan MTQ ke 47 Provinsi Lampung yang luar Biasa. Tentang arti kehidupan manusia, Allah memberikan Waktu Kita menuju Cahaya dan perlu di ketahui MTQ ini milik semua masyarakat, “Saya ucapkan terima kasih atas suksesnya pembukaan MTQ di TuBaBa Semoga warga Masyarakat memperkuat Kedaulatan Menjadikan Negeri ini lebih baik”, harapnya.

Sedangjan, pelaksanaan MTQ Ke-47 Provinsi Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat akan menggelar 8 cabang perlombaan, yang diantaranya:
1.Cabang Tilawatil Quran
2.Cabang Qiroat
3.Cabang Hifdzil Quran
4.Cabang Tahfidz
5.Cabang Fahmil Quran
6.Cabang Syarhil Quran
7.Cabang Khottil Quran, dan
8.Cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Quran.

Selain itu, Pelaksanaan lomba untuk 8 (delapan) cabang tersebut dilaksanakan di 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Tulang Bawang Udik, dengan memanfaatkan Aula Kantor Pemerintah Daerah, Gedung Olahraga, Sessat Agung, Masjid, Pondok Pesantren, dan Aula Sekolah atau Madrasah.

Sedangkan untuk pemondokan, para kafilah dan dewan hakim kami tempatkan di penginapan dan rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar arena perlombaan”, Jelasnya.

Gubernur lampung M. Ridho Ficardo yang membuka perhelatan MTQ ke-47 Provinsi Lampung itu mengungkapkan,”banyaknya pembangunan dikabupaten Tulang Bawang Barat yang mempunyai nilai seni sehingga dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.baik didalam maupun di luar kabupaten Tulang Bawang Barat,

Bahkan Gubeenur Rido mengapresiasi kepada Kabupaten Tulabg Bawang Barat yang mampu membangun insfratruktur tapi juga membangun suatu peradapan. Mengingat kabupaten Tulangbawang Barat menjadi kabupaten termuda namun pembangunannya sungguh sangat membanggakan. Termasuk dalam penyelenggaraan MTQ ke 47 yang mengusung tempat yang unik dan dengan menggunakan insfratruktur bambu.

Gubernur berpesan “untuk dewan hakim dan dewan juri harus dapat bersikap jujur adil dan amanah dalam memberikan penilaian terhadap qori dan qoriah”,Tegasnya (Advetorial)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE