Tim KAJIDA WANTANAS Kunker Ke Wilayah Koramil 0822/10 Wonosari

0
37

Bondowoso, SIGAP88 – Bertempat di Desa Lombok Kulon kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso telah di laksanakan Kunker oleh Tim KAJIDA WANTANAS  dpp Brigjen TNI  Safiul Mba bersama  dalam rangka Pengecekan Beras Organik yang berada di sawah wisata Gapoktan Al Barokah Desa Lombok Kulon kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso, Rabu (01/11).

Kegiatan di Hadiri antara lain :
1. Brigjen TNI  Safiul Mba
2. Brigjen TNI Moh.Hatta usmar Rukka
3. Kol inf Rudi P Firdaus
4. Kol Zeni Budi Irwan
5. Maulana SH . MH.
6. Kombes pol Julias SIk.
7. Kasdim 0822 Bdws Mayor Inf Suhalid
8. Kadis Pertanian Bdws H Munandar
9. Pasi Ter Kodim 0822 Bdws Kapten Inf Rois
10. Dosen Unmuh Malang Prof Endah W
11. Camat kec.Wonosari Bpk Tjagar Alam S.sos.
12. Kapolsek Wonosari AKP Admadi Yudha
13. Dekan Unej Sigit Soeparjono Phd.
14. Kepala Bank Jatim Bdws Suwoto
15. Dan Ramil 0822/10 Wonosari Kapten caj Anas Nahrawi

16. PPL,Gapoktan serta petani Al Barokah.

Rombongan Tim Kajida Wantanas tiba di lokasi di sambut oleh kasdim, Forpimka, serta Gapoktan Al Barokah.

Kunker Tim Kajida Wantanas kali ini dengan tujuan untuk melihat hasil pertanian organik Al Barokah Lombok Kulon.

Seperti disampaikan ketua gapoktan Al Barokah Mulyono, bahwa Pertanian organik Al Barokah Lombok Kulon bisa sukses karena adanya kekompakkan kelompok tani, pendampingan PPL dan Babinsa. Serta adanya dukungan dari pemerintahan daerah, dukungan dari Bank indonesia dan adanya dukungan dari Bank jatim, ungkapnya.

Pembuatan pertanian organik di mulai pada tahun 2008 dilakukan oleh swadaya sendiri oleh poktan Tani Mandiri yaitu Mulyono yang juga sekaligus Ketua gapoktan al barokah.

Pada tahun 2011 poktan tani mandiri 1 mengajukan demlot ( percontohan ) untuk pertanian organik kepada pemerintah daerah yang dalam hal ini ke dinas pertanian bondowoso.

Dan pada tahun 2012 pengajuan program demlot di realisasi oleh dinas pertanian kabupaten bondowoso.

Pada awal tahun 2013 pertanian organik sudah mencapai 10,5 Ha dan di akhir 2013 poktan tani mandiri 1  mengajukan sertifikasi pertanian organik ke Lezos di akhir 2013 sertifikasi lolos satu kelompok tani yaitu tani mandiri 1 seluas 25 ha.

Pada awal tahun 2014 mengembangkan pertanian organik ke kelompok tani Tani mandiri 1b yang di ketuai oleh Mujito dengan luas lahan 20,96 Ha.

Pada awal tahun 2015 poktan tani mandiri 1b mengajukan sertifikasi pertanian organik dan diakhir tahun sertifikat lolos jadi sampai tahun 2015 pertanian organik sudah mencapai 45,96 Ha dan sudah ber sertifikasi pertanian organik.

BACA JUGA  Koramil 0822/07 Maesan Berikan Wasbang di SMA Sabillul Mutaqin

Pada awal tahun 2016 mengembangkan pertanian organik sebanyak tiga kelompok tani diantara nya :

a. Poktan Tani mandiri 2 yang di ketuai oleh H Muhlis dengan luas 20 ha.

b. Poktan Mandiri 1a yang diketuai oleh Abd basid dengan luas 20 ha.

c. Poktan Karya tani 2 yang diketuai oleh Tabrani dengan luas 20 ha.

Pada akhir tahun 2016 ketiga kelompok tani diajukan sertifikasi tanaman organik dan di awal tahun 2017 semuanya lolos jadi total semuanya 105,96 ha pertanian organik desa lombok kulon.

Sedangkan PPL Kurniati dalam paparannya menjelaskan mengenai
Kendala yang dialami dalam proses selama ini, antara lain :
– Penolakan oleh warga dan juga kelompok tani

– Belum adanya kejelasan hasil panen.

Dan untuk mengatasinya kami melakukan beberapa cara, antara lain.
– Membuat demlot percontohan pertanian organik
– didukungnya pengajuan program demlot oleh pemerintah daerah
– Penyuluhan penyuluhan tentang perbedaan tanaman organik dan non organik

– Harga gabah dibeli seribu rupiah lebih tinggi dari harga gabah non organik per kg.

Kadistan Bondowoso H. Munandar dalam sambutannya, kami sangat mendukung semua progam pertanian organik oleh Gapoktan Al Barokah ini karena progam pertanian organik ini sangat baik untuk menunjang progam pemerintah yaitu progam ketahanan pangan

Sedangkan dari Tim Kajida wantanas yang disampaikan Brigjen TNI  Safiul Mba dalam sambutannya menyampaikan terima asih atas sambutan yang diberikan.

“Terima kasih atas sambutan yang di berikan, kami dari Tim Kajida Wantanas sudah melihat langsung proses pertanian organik sertifikasi dari mulai pembenihan sampai jadi beras organik. Dan kami juga sudah menerima paparan dari gapoktan maupun PPL tentang awal mula pertanian organik ini, serta kendala yang di hadapi”,ujarnya.

“Kami sangat bangga dengan para petani di bondowoso terutama gapoktan Al Barokah ini yang mampu mendapat sertivikasi internasional tentang pertanian organik ini walaupun dengan kendala  kendala yang di hadapi dapat di lewati dengan kerja sama dan kekompakan kelompok tani, pendampingan PPL maupun Babinsa. Serta adanya dukungan dari pemerintahan daerah,

adanya dukungan dari Bank indonesia dan dukungan dari Bank jatim”.

“Kami akan sampaikan apa-apa yang sudah dicapai  gapoktan Al barokah desa lombok kulon, kecamatan wonosari Kabupaten Bondowoso ini serta kendala-kendala yang di hadapi ke Menteri pertanian”, ujar Brigjen TNI  Safiul Mba. (Hamid).

Komentar
Content Protection by DMCA.com