Terlihat Genangan Air, Proyek Jalan KH. Mansur Dikeluhkan Warga

306

Pasuruan, Sigap88 – Proyek Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kota Pasuruan, pada Peningkatan Jalan KH. Mansur, dikeluhkan oleh warga sekitar.

Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan KH. Mansur, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4. 719. 943. 839,- ini dikerjakan oleh Cv. Perkasa Agung Jaya, dengan masa waktu selama 120 hari terhitung pertanggal 15 Juli s/d 12 November 2019.

Proyek yang seharusnya terlaksana tahun 2018 kemaren itu, kerap menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Pasalnya, tidak adanya pengatur lalin dari pihak pelaksana, jadi pemicu terjadinya kemacetan di jalan sepanjang proyek.

Selain itu, warga sekitar juga mengeluh dengan tebalnya debu di lokasi proyek yang berterbangan dan tidak adanya upaya penyiraman yang intensif dari pelaksana proyek sehingga mengancam pada saluran pernafasan.

“Terus terang, debunya sangat mengganggu mas. Harusnya dilakukan penyiraman setiap hari, semakin sering disiram, semakin bagus mas,” Ujar warga setempat sembari menunggu warungnya.

Selain itu, warga juga sempat mengeluh terkait dengan hasil pekerjaan pengecoran proyek yang memakan biaya miliaran rupiah itu. Pasalnya, pada bahu jalan, terlihat ada genangan air, warga menilai bahwa jalan yang baru selesai digarap itu tidak rata (bergelombang).

“Itu kok ada genangan air di tengah ya pak, berarti hasilnya kurang baik itu dan tidak rata ya pak,” Ungkap warga sekitar, perempuan yang enggan untuk menyebutkan namanya, Selasa (01/10).

Lebih lanjut ia mengatakan kepada Sigap88.com, ‘Tolong mas kalau bisa disampaikan kepada yang bersangkutan (Red- Dinas Terkait), karena sangat disayangkan kalau pembenahan jalan ini tidak sesuai yang diharapkan masyarakat,” Katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga kota Pasuruan, Akung Nojanto Sodiq Nuch, mengatakan bahwa pihaknya akan segera kroscek ke lapangan terkait dengan laporan masyarakat tentang pekerjaan jalan KH. Mansur.

“Kami akan segera melakukan kroscek ke lokasi proyek Jalan KH. Mansur untuk membahas masalah yang menjadi laporan warga, terhadap pihak pelaksana,” Ungkap Akung di ruangannya, Rabu (02/10).

Meskipun begitu, dilanjutkannya, bahwa pihaknya sudah meminta pelaksana di lapangan untuk selalu melakukan penyiraman 2 kali sehari, yakni siang hari dan sore hari, “kami sudah meminta pelaksana untuk melakukan penyiraman, dan itu sudah kami dokumentasikan, ” Katanya.

Akung menambahkan, terkait dengan lantai yang tergenang air, ia akan segera membahas masalah ini dengan pelaksana, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari, ” Seharusnya kami melakukan penutupan pada jalan KH. Mansur selama proses pekerjaan berjlan. Namun, dalam hal ini, secepatnya kami akan bahas masalah ini dengan pihak pelaksana,” Pungkasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan adanya laporan dari masyarakat terkait dengan pekerjaan proyek Jalan KH. Mansur, pihak pelaksana saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak ada jawaban. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE