Terkait Surat Kaleng Desa Kemiri,Direktur Kajian Desa Berkomentar.

0
4470

Malang,Sigap88-Terkait kasus beredarnya surat kaleng yang menimpa kades Kemiri Wijiati, sangat di sayangkan, dan saya prihatin jika kepercayaan masyarakat telah dia nodai, jika Wijiati benar benar terbukti melakukan korupsi. Maka akan mengubah dan menambah daftar para kades di kabupaten Malang yang berurusan dengan pihak berwajib, bahkan sudah ada kades yang di tahan Terkait kasus korupsi Dana Desa.

Apalagi transparansi anggaran harus transparansi dengan adanya undang undang keterbukaan informasi publik ,yang setiap masyarakat berhak mengetahui anggaran dari pemerintah,jika tidak diberikan informasi tersebut juga menjadi tanda tanya,pasti ada yang janggal dipemerintahan Desa Kemiri.

Begitu pula Dana Desa merupakan amanat Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang pada saat itu ditandatangani oleh Presiden keenam RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.Tentu tujuannya saat itu adalah untuk menciptakan pembangunan di wilayah desa, menyedihkan jika tujuan itu dinodai dengan dikorupsinya Dana Desa tersebut.

Mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan Alokasi Dana Desa secara nasional, namun kerugian negara akibat korupsi tetaplah sebuah kerugian yang tidak termaafkan. Bentuk korupsi yang dilakukan bermacam-macam, ada penggelapan, mark-up anggaran, pungli, dan laporan fiktif.

Pada 11 November 2018, saya menghimbau dan menganjurkan untuk memilih kepala desa yang punya integritas,tidak berpolitik uang dan dapat dipercaya.terang Asep Suriaman 21/10/2018. Selepas mengikuti Hari Santri di Turen,Kabupaten Malang.

Agar Kepala Desa kalau jadi bisa terhindar dari ancaman bahaya jerat korupsi. Harapan kita semua agar dana desa yang miliyaran besarnya tidak sia-sia tetapi bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.” Terang Pria yang berprofesi sebagai Direktur PKD Pusat Kajian Desa. (Rud)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE