Telat 1 Bulan, Listrik Penghuni Rusunawa Dipadamkan, Kinerja Upt Dipertanyakan

0
53

Pasuruan, Sogap88 – Rumah Susun Sewa (Rusunawa) merupakan program pemerintah kota Pasuruan, idealnya diperuntukan khusus untuk warga yang tidak memiliki rumah dan berpendapatan rendah, sehingga masyarakat yang demikian bisa memiliki fasilitas rumah sendiri dengan akad sewa.

Salahsatunya yang menjadi andalan pemkot pasuruan, yakni rumah susun sewa (rusunawa) Tembokrejo dengan fasilitas ‘Mewah’ yang sudah banyak penghuninya sejak Januari 2018 lalu.

Namun, hal tersebut tidak semulus apa yang dibayangkan oleh masyarakat kota Pasuruan untuk memliki rumah ideal tersebut. Pasalnya, beberapa warga penghuni rusunawa Tembokrejo itu kerap sekali mengeluh terkait dengan kerusakan fasilitas yang lamban untuk diperbaiki, seperti kerusakan lampu penerangan lorong blok.

Tidak hanya itu, beberapa hari kemaren, salah seorang keluarga penghungi rumah susun sewa (Rusunawa) kembali mendapat perlakuan yang tidak adil.

PT Banner BaitiSholawat

Pasalnya, untuk sanksi pemadaman aliran listrik oleh pengelolah terhadap penghuni rusun, berlaku kepada para penghuni yang nunggak pembayarannya selama 2 bulan, tapi fakta dilapangan telat 1 bulan listrik sudah dipadamkan.

Kejadian ini menimpa kepada penghuni rusun Tembokrejo yang enggan untuk disebutkan namanya. Sebut saja (D), ia mengatakan hanya telat 1 bulan lampunya sudah dipadamkan, “saya hanya telat 1 bulan saja sudah dimatikan lampu rusun saya mas, padahal untuk pembayaran dimulai tanggal 10 dan jatuh tempo tanggal 15,” katanya.

Gustaf, selaku Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, saat dikonfirmasi terkait hal ini, mengatakan bahwa untuk urusan Rusunawa, langsung saja ke yang bersangkutan atau kepala dinas langsung.

“Untuk urusan rusunawa, kebetulan itu bukan bidang saya, silahkan datang langsung ke Upt rusunawa atau langsung ke kepala dinas,” kata Gustaf di ruang kerjanya, Kamis, (7/2/2019).

Kebetulan, Kepala dinas lagi ada kegiatan rapat di ruangannya sehingga tidak bisa ditemui, sementara itu, Su’udi, Kepala Upt Rusunawa Tembokrejo saat dikonfirmasi melalui seluler, mengatakan bahwa pemadaman listrik yang dilakukan terhadap penghuni rusun itu sudah sesuai Perwali.

“Hal ini Sesuai Peraturan Walikota (Perwali) apabila penyewa tidak membayar sewa, atau nunggak selama 2 bulan lamaya, aliran listrik dipadamkan,” kata Su’udi.

Hal ini sontak membuat para pemerhati masyarakat kota Pasuruan, Geram. Amin Suprayitno, pengurus Pospera Jawa Timur menyayangkan hal ini, ia menilai kejadian tersebut mencerminkan bahwa pemerintah tidak memihak pada masyarakat.

“Dalam hal ini seolah pemerintah kota Pasuruan mencerminkan bahwa tidak ada keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil,” kata Prayit.

Menurut Prayit, Pemerintah harus mengevaluasi para pegawai Upt agar pelayanan di Rusunawa Tembokrejo bisa maksimal dan bisa memberikan sikap toleran terhadap warga penghuni rusun.

Bukan hanya itu, kritikan juga dilontarkan oleh Irfa Budi Dermawan, Ketua DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Barisan Rakyat Jelata (Lpk- Barata).Irfan menilai hal ini sangat merugikan masyarakat, seharusnya pihak Upt memberikan surat teguran yang disampaikan langsung kepada penyewa sebelum melakukan pemadaman.

“Lagi-lagi masyarakat yang dirugikan oleh pelaku usaha, dalam hal ini pihak pengelolah rusunawa yang telah melakukan pemadaman listrik secara sepihak,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, pihaknya akan melakukan audiensi terkait dengan kinerja kepala Upt yang tidak bisa melihat jeritan rakyat jelata. mengingat masalah ini ada keterkaitannya dengan Peraturan Walikota, pihaknya juga akan kirim surat ke DPRD kota Pasuruan.

“Secepatnya kita akan melayangkan surat untuk melakukan audiensi dengan instansi terkait, untuk membahas masalah kinerja Upt rusunawa Tembokrejo, karena ini menyangkut Perwali yang di sahkan oleh DPRD,” pungkas Irfan. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE