Taufan Febriyanto : Dari Buruh Batik Sampai Jadi Eksportir Batik Sumenep

190

Sumenep, SIGAP88 – Sosok muda yang mempunyai jiwa bisnis dan pekerja keras menunjukkan bahwa dengan tekat yang besar dan semangat yang besar pula untuk menuju sukses dengan berkarir mulai dari bawah sebagai buruh.

Taufan Febriyanto, memulai karir sebagai desainer dan pengrajin batik, atas dorongan dari orang tuanya yang berawal dari buruh batik.

Setelah menyelesaikan kuliahnya Taufan mengikuti langkah orang tuanya sebagai buruh batik, dan mempunyai inisiatif untuk merancang sendiri motif yang akan di jadikan batik.

Sehingga pada tahun 2008 dirinya dengan modal pas pasan mendirikan Galeri Batik yang dinamakan Al – Barokah di desa Pakandangan tengah kecamatan Bluto kabupaten setempat.

“Dengan mendirikan galeri batik, saya selalu mengikuti event yang di selenggarakan oleh pemerintah daerah kabupaten Sumenep, bahkan ke luar provinsi jawa timur”, ungkap Taufan Selasa (30/10).

Bersama jurnalis sigap88
Dengan corak dan motif yang kami suguhkan, menampilkan khas Sumenep atau Madura sehingga tidak meninggalkan ciri khas budaya Madura.

Bahkan pemerintah kabupaten Sumenep memberikan penghargaan bagi kami setelah mengikuti beberapa event yang di selenggarakan.

Apresiasi yang di berikan oleh pemerintah kabupaten Sumenep sangat besar bagi kami sehingga banyak para pejabat memesan batik produk dari Al-barokah.

“Batik yang di pakai oleh para pejabat bahkan seragam pegawai dan siswa/i kabupaten Sumenep banyak produk dari Al-barokah”, ucapnya.

Galeri Al-barokah bisa mempekerjakan sekitar 200 pekerja dan setiap bulan bisa menciptakan 500 lembar kain batik.

Dengan apresiasi pemerintah kabupaten Sumenep maka kami mendapat kesempatan untuk menerima kunjungan para Raja se-Asean untuk melihat lebih dekat batik Sumenep, hasil olah tangan masyarakat Sumenep sendiri.

Bahkan dalam kunjungan tersebut mendapat apresiasi pula dari duta kerajaan Filipina, Maharaja Tabunaway Johore Mindanao Darussalam Filipina.

“Duta kerajaan dari Filipina berminat terhadap batik Sumenep sehingga beliau memesan kepada kami (Al-barokah) untuk mengekspor batik Sumenep ke Negaranya”, papar Taufan.

Hal itu pula, para Raja se Asean menginginkan nantinya batik Sumenep bisa terdistribusi ketempat asal mereka dengan bukti MoU yang telah kami Sepakati.

“Saya sebagai desainer akan mempertahankan corak dan motif sesuai dengan budaya dan adat Sumenep (Madura) sehingga pelestarian budaya Sumenep bisa tertuang dalam batik ciptaan dari Al-barokah”, pungkasnya. (Ain/kues)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS
Content Protection by DMCA.com