Tanaman Pohon Sereh Alternatif Cegah Nyamuk DB

92

Sumenep | Sigap88 – Memasuki musim pancaroba yang tentunya akan menimbulkan segala macam penyakit, salah satunya penyakit Aedes Aegypti yang di tularkan dari nyamuk, oleh karena itu pihak Puskesmas Bluto sudah menyiapkan segala macam upaya dalam mencegah penyakit tersebut.

Salah satu upaya yang sudah di rapatkan oleh team Puskesmas Bluto yaitu melakukan inovasi bagaimana nantinya untuk kasus Demam Berdarah (DBD) di Kecamatan Bluto tidak ada, seperti dengan melakukan gerakan penanaman pohon sereh.

“Yang pertama kami melakukan Poppuri, yaitu sebuah wadah yang berisikan rempah-rempah, salahsatunya sereh dicampur dengan daun jeruk purut yang kemudian di rajang lalu dipajang di sekitaran lingkungan rumah, karena hal tersebut merupakan salahsatu upaya dalam mencegah adanya nyamuk didalam rumah”. Kata Kepala Puskesmas Bluto Hj. Siti Hairiyah. Rabu (23/12).

Kemudian untuk kiat-kiat yang dilakukan Puskesmas Bluto yaitu dengan melakukan kiat bersama dengan Lintas Sektor, supaya pohon sereh itu nantinya bisa semua masyarakat ada tanaman sereh di halamannya.

“Kami sudah sosialisasikan ini sudah semenjak awal januari 2020, dengan menggerakkan bagaimana kita bisa menanam sereh disetiap rumah guna untuk mengantisipasi adanya nyamuk Aedes Aegypti bersarang di rumah”. Tuturnya.

Lalu yang ketiga adalah penguatan di Jumantik, jadi di setiap rumah sudah disiapkan fom, gunanya untuk memantau jentik didalamnya disetiap minggunya, kemudian semisal ada kasus, pihaknya juga akan melakukan program untuk meredakan kepanikan masyarakat.

“Untuk meredakan kepanikan masyarakat semisal nanti ada kasus ini, sebelumnya kami akan kordinasikan dulu dengan para Kepala Desa bagaimana masyarakat supaya tidak merasa panik, karena biasanya kalau ada kasus pasti masyarakat akan merasakan takut atau panik”. Terangnya.

Selain itu Siti Juga menjelaskan tentang penerapan 3M terkait pencegahan DBD, yaitu dengan melakukan Konseling dari pintu kepintu (Kopipu), selanjutnya melewati media sosial baik dari FB atau Instagram milik Puskesmas Bluto, bahkan di akhir 2019 pihaknya juga mengadakan lomba Vlog.

“Tujuan dari Lomba Vlog tersebut kami ingin memancing masyarakat itu paham apa tidak untuk pencegahan Demam Berdarah, dan ternyata masyarakat Bluto sangat luar biasa serta antusias dalam mengikuti lomba tersebut”. Ungkapnya.

Tidak hanya itu, Puskesmas Bluto juga mempunyai program Inovasi melalui siswa SD atau SMP yaitu Kancil Kaphbi Asapok (Kader Cilik) yang kemudian dalam keluarga itu bebas asap rokok.

“Disitu kami juga mengajarkan bagaimana si Kader Cilik itu bisa memberikan pengaruh kepada orang tuanya, kemudian bisa mengambil bagian atau peran anak didalam keluarga, lalu bagaimana supaya bisa memotifasi keluarga itu untuk bisa menerapakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. Jelasnya. (Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE