Talak Ghaib di Pengadilan Agama Sumenep Semakin Menjamur

0
121

Sumenep,SIGAP88 – Cerai Ghaib  karena salah satu pihak tidak diketahui alamatnya, saat ini banyak terjadi di Pengadilan Agama (PA)  Kabupaten Sumenep

Humas PA Kabupaten Sumenep, Drs.H Husni Mubarok, mengatakan kepada sigap88.com, cerai ghaib banyak diajukan oleh pihak laki-laki maupun perempuan.

“Secara keseluruhan, perempuan lebih banyak yang melakukan gugatan,” jelasnya

Dia mengungkapkan, gugatan cerai ghaib hanya berlaku dalam situasi dimana si tergugat tidak diketahui alamat atau keberadaannya.

Hal tersebut biasanya terjadi karena si suami atau istri telah lama meninggalkan pasangannya bertahun-tahun sehingga ia tidak dapat diketahui keberadaannya contohnya ke luar kota atau sampai ke luar Negeri(Malaysia)

Husni menjelaskan, pada awalnya salah satu pihak memberi tahu akan pergi bekerja di suatu tempat, namun ditunggu hingga dua tahun bahkan lebih, tidak diketahui keberadaannya.

Selain itu dilakukan pencarian kepada orang tua maupun teman-temannya juga tidak muncul kabar.

Keadaan tersebut yang dijadikan alasan sebagian besar perempuan untuk menggugat cerai ghaib terhadap suami.
“Sudah dicari, tidak ketemu, tidak ada kabar. Biasanya seperti itu,”ungkapnya, Kamis,(23/11)

Husni menambahkan, Istri maupun Suami yang kabur dari rumah, juga banyak dijadikan sebab adanya cerai ghaib di PA Kabupaten Sumenep.

“Dengan alamat yang tidak jelas ini yang mendasari talak ghaib.” terangnya

Bahkan pihak Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep telah melakukan pemanggilan melalui media RRI “karena dipanggil sebanyak 3 kali tidak hadir, secara otomatis talak ghaib di setujui”terangnya.

Masih menurut Husni, yang harus diperhatikan adalah, ketika ingin mengajukan gugatan cerai secara ghaib ini maka Penggugat harus menyertakan surat keterangan dari kelurahan bahwa ia telah ditinggal oleh pasangannya.

“Untuk mendapatkan surat keterangan ini, biasanya dibutuhkan surat pengantar terlebih dulu dari RT/RW setempat.” jelasnya

Dasar legalitas hukum talak ghaib dikeluarkan surat keterangan dari kepala desa setempat bahwa keterangan tersebut menyatakan tidak jelas alamatnya, tutup Husni

Merasa Jadi Korban Talak Ghaib
Sementara, Sahri (40) warga desa Dapenda kecamatan Batang batang Kabupaten Sumenep, Jawa timur, sangat menyesalkan atas putusan talak ghaib yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep ditujukan kepadanya

Sebab dia mengaku merasa menjadi korban, “Kami sangat kecewa dengan keputusan pengadilan agama yang memutuskan talak ghaib,sewaktu menerima surat cerai kami tidak pernah keluar kota ” ungkapnya

Sahri juga menyanyangkan, pihak prangkat desa Dapenda telah mengeluarkan surat keterangan yang tidak benar

“Kami akan melakukan perlawanan hukum terhadap putusan pengadilan agama terkait talak ghaib yang menimpa kami.” tegasnya

Lanjut Sahri, Bahkan kami sangat dirugikan dengan segala hal seperti keterangan dari desa Dapenda, “Bahkan hingga kini urusan gono-gini kami belum selesai” pungkasnya(Min/Han/Red)

Komentar
Content Protection by DMCA.com