Tak Kunjung P-21, Begini Kata Kuasa Hukum Suci Korban Kasus PNB

53

Pasuruan, Sigap88 – Kuasa Hukum Suci Devita Aristianti (33), korban atas kasus Pencemaran Nama Baik (PNB) yang menimpanya, mempertanyakan perkembangan kasus yang hingga kini dalm penanganan penyidik Polres Pasuruan Kota.

Pasalnya, hingga kini, kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Zamroni (55) warga Desa Grati Tunon, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, terhadap Suci Devita Aristianti, warga Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, masih belum dilimpahkan ke Kejaksaan oleh penyidik.

“Sebulan yang lalu, kami terima surat dari penyidik, bahwa kasus tersebut masih dinaikan menjadi tingkat penyidikan,” Ungkap Soegeng Hari Kartono, SH, saat dikonfirmasi melalui sambungan selelur, Rabu (24/2).

Berdasarkan Laporan Polisi LP.B/106/VI/RES.2.5/2020/ Jatim/Res Pas Kota tanggal 11 Juni 2020, laporan yang masuk ke Polres Pasuruan Kota, hingga kini sudah berjalan kurang lebih 8 bulan.

Soegeng Hari Kartono, SH, selaku kuasa hukum Suci Devita Aristianti selaku pelapor, mengatakan bahwa, hingga kini masih belum ada konfirmasi dari penyidik, sejauh mana kasus yang ditanganinya itu.

“Kami hanya menanyakan mengenai prosesnya dilalui, serta progres daripada penanganan atas laporan ini, hingga kini sampai mana,” Ucapnya.

Padahal, sebulan yang lalu, Soegeng mendapat informasi melalui surat yang dikirim, bahwasanya terlapor A/n Zamroni, sudah berubah status menjadi tersangka, sehingga kasus tersebut dinaikan ke tingkat penyidikan lebih lanjut.

Soegeng berharap agar kasus yang telah mencoreng nama baik dari kliennya yang ditanganinya, untuk segera dilakukan proses pemberkasan (P-21) agar bisa dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan.

“Kita harapkan, agar kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan dan segera bisa disidangkan. mengingat klien kami kan tidak merasa melakukan itu, seperti yang dituduhkan, dan memang tidak melakukan,” Papar Soegeng.

Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, Zamroni, terancam dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi electronik.

Zamroni, seorang oknum pegawai negeri sipil ( PNS ) dalam penyidikan di Polres Pasuruan kota, ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatan yang ia lakukan di jejaring sosial.

“Klien saya (korban) merasa terganggu dengan ulah unggahan tersangka, di medsos yang mencemarkan nama baik korban, sehingga nama klien saya, tercoreng,” tuturnya.

Padahal, lanjut Soegeng, korban dengan tersangka tidak saling mengenal, tersangka dengan beraninya melakukan pengunggahan foto korban (Red- Suci) dengan kalimat seolah olah menuduh, bahwa Suci adalah pelaku penipuan dan penggelapan.

Padahal menurut Soegeng Hari Kartono, SH, foto yang dituduhkan oleh tersangka terhadap korban Suci, telah melakukan mediasi di Polres Pasuruan, sehingga bukan dalam hal sebagai tersangka.

“Kami kuasa hukum Suci, berharap agar supaya tersangka Zamroni, segera di sidangkan di Pengadilan dan mendapatkan putusan yang seadil – adilnya agar klien kami mendapatkan kepastian hukum tentang perbuatan yang dilakukan oleh tersangka, sehingga nama baik klien kami kembali pulih,” Pungkasnya. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE