Tahun 2020, Peristiwa Pernikahan Di Sumenep, Menurun

17

Sumenep | Sigap88 – Peristiwa pernikahan di kabupaten Sumenep melalui data dari Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, hingga bulan Januari sampai bulan Oktober 2020, mengalami penurunan.

PLT Kasi Bimas Kemenag Sumenep Mukh Anif, S.Ag melalui JF Anwari bahwa jumlah peristiwa pernikahan secara global dari 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep sebanyak 6782.

“Dari bulan Januari sampai bulan Oktober 2020 peristiwa pernikahan di Kabupaten Sumenep mencapai 6782 peristiwa,” ungkap Anwari. Selasa (8/12)

Disampaikan oleh Anwari, untuk tahun 2020 peristiwa pernikahan menurun dibandingkan dengan peristiwa pernikahan tahun 2019. “Dengan aturan yang baru yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomer 20 tahun 2019 harus di taati oleh semua pemangku jabatan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) masing masing daerah,” jelasnya.

Rinciannya kata Anwari untuk bulan Januari peristiwa pernikahan sebanyak 592, Februari 566, Maret 537, April 508, Mei 188, Juni 1352, Juli 759, Agustus 1207, September 554, dan November 519, Sehingga total peristiwa pernikahan sebanyak 6782.

“Penjabaran tentang aturan PMA Nomer 20 tahun 2020 bagi calon penganten laki laki harus berumur 19 tahun sedangkan Calon penganten Perempuan harus berumur 21 tahun,” kata Asnawi.

Dipaparkan pula oleh Anwari bahwa, apabila ada penganten yang notabenenya umurnya tidak memenuhi persyaratan maka diharuskan minta rekomendasi dari Pengadilan Agama (PA).

“Tujuan peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama mengenai umur, untuk menghindari terjadinya pernikahan dini, dan bertujuan untuk lebih matangnya kedewasaan pasutri dalam mengarungi bahtera keluarga nantinya,” urainya.

Dikatakan oleh Anwari peristiwa pernikahan di Sumenep kebanyakan terjadi di rumah pasutri. “Peristiwa pernikahan yang berlangsung di Balai nikah masih kecil masih kisaran di bawah 10% dari total yang ada,” ucapnya.

“Kami selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui P3N, namun masyarakat lebih menginginkan peristiwa pernikahan di rumahnya, mereka mengatakan lebih afdol pernikahan dilaksanakan di rumah agar semua keluarga dan sanak famili menyaksikan,” tandasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE