Supremasi Hukum Terhadap Tambang Timah Ilegal Patut Dipertanyakan

0
32

Bangka Barat, SIGAP88 – Manisnya uang panas dari hasil pertambangan timah illegal di kawasan hutan lindung/ produksi di Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat menjadi daya magnet baik warga sekitar maupun warga pendatang.

Bagi warga pendatang rata- rata menetap di pinggir- pinggir lokasi penambangan, di antaranya kolong mayat, kolong pelampung dan kolong gelam Desa Ketap

Ratusan pondok / camp yang terbuat dari bahan seadaanya dengan dinding dan atap terpal plastik warna biru seadaanya, mereka menetap di kawasan hutan lindung/ produksi, dan terlihat dari kejauhan kelompok pendatang tersebut seperti sebuah dusun, dan di antara pondok-pondok itu terlihat mobil-mobil mewah double cabin baru.

Rata-rata mobil adalah milik penambang dari hasil dari penambangan timah, selain itu juga terlihat warung kelontong, warung kopi, warung nasi hingga toko yang menjual alat-alat untuk kebutuhan pertambangan timah, hingga bengkel servis dan pembuat alat alat tambang yang tidak standard/ tidak SNI.

Pemberian salah satu nama kolong mayat memiliki arti tersendiri bagi warga dusu, sekitar tahun 2011 silam, beberapa penambang dari warga setempat (Dusun Ketap dan sekitarnya) terjadi kecelakaan tambang yang merengut korban jiwa.

Dengan korban meninggal akibat tenggelam saat melakukan aktifitas mencari pasir timah dikolong dan rata-rata korban tidak ditemukan lagi akibat tertimpa tanah di dasar kolong/ sungai, sehingga warga menganggap kolong itu adalah makam bagi sejumlah penambang.

Untuk dapat mendatangi lokasi itu, kita bisa masuk melalui dua tempat berbeda yakni dari Dusun Ketap dan Dusun Air Gantang, hanya mobil double cabin atau double gardan yang mampu memasuki area tambang tersebut karena beratnya medan, berjarak kurang lebih 10 Km dari dusun terdekat, dengan kondisi jalan berpasir, turun naik perbukitan dan bebatuan dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

Sesampainya Kami di lokasi, geliat pertambangan dan gaduhnya bunyi mesin tambang dan kepulan asap hitam membumbung tinggi ke angkasa saat aktivitas sedang berjalan.

Atas informasi warga sekitar tambang terkabar bahwa pertambangan diwajah di kendalikan dan di monopoli oleh dua bos besar yang berasal dari Parit Tiga yakni bos AT dan bos AK.

Bahkan kedua bos itu memiliki orang orang kepercayaan di lokasi tersebut, antara lain SD, JN, DK dan GR, dengan menugaskan masing masing memberi modal dan membeli hasil tambang kadang juga merangkap dan mengumpul uang koordinasi keamanan sehingga kegiatan illegal ini berjalan lancar.

Akibat adanya pemberitaan oleh beberapa media masa kemarin, 24/10/18, tentang tambang kolong mayat, kolong pelampung dan kolong gelam, maka mulai besok, sabtu 27/10/18 seluruh aktivitas tambang di sekitar lokasi di hentikan sementara selama satu minggu sampai situasi tenang, 10% – 20% persen dari hasil digunakan untuk uang koordinasi keamanan (sumber : warga setempat) untuk menjamin keamanan penambang dari proses penegakan hukum.

Sistem operasi tambang kolong/ sungai tersebut yaitu dengan sistem rajuk dengan menggunakan ponton, kesemua aktivitas tambang tersebut berada di wilayah hukum Polsek Parit Tiga namun sangat di sayangkan sekali aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung tersebut, para penambang hanya di beri peringatan tanpa ada penangkapan dan penyitaan barang bukti.

Penambang hanya di beri surat-surat teguran dari pihak KPH Dinas Kehutanan Provinsi Babel maupun himbauan dari aparat kepolisian sehingga terus terjadi aktivitas illegal tersebut dari waktu ke waktu.

Sumber lain juga mengatakan, bahwa kalau bos AK dan bos AT, pasir timah nya dikirim ke peleburan timah ( semelter ) yang ada di kawasan industri Jelitik kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung ( Babel ).

Dari informasi yang dihimpun wartawan dilapangan terkuaklah bahwa sejumlah peleburan ( Semelter ) pasir timah yang dileburkan berasal dari penambangan ilegal dalam kawasan hutan lindung (HL) dan dari kronologis tersebut, yakinkah aparat penegak hukum bisa menghentikan aktifitas penambangan yang telah memporak porandakan kawasan HL di Kecamatan Parit Tiga. (Imw)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE