Sumenep Specta Fisherman Festival, Dan Rokat Tasek Akbar Desa Aeng Panas

0
393

Sumenep, SIGAP88 – Sebuah kebudayaan yang di percaya oleh kebanyakan masyarakat Nelayan setelah satu tahun melakukan aktivitas melaut dengan hasil yang dicapai maka mengadakan suatu selamatan yang di sebut rokat tasek.

Pemerintah kabupaten Sumenep juga merespon tentang budaya yang di laksanakan oleh setiap nelayan sebagai upaya rasa syukur kepada Tuhan YME atas berkah dan rahmatnya para masyarakat Nelayan sehingga SDMnya meningkat.

Festival Rokat tasek merupakan rentetan agenda visit Sumenep 2018 yang tujuannya untuk lebih mendukung kegiatan masyarakat Sumenep dan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang khasanah budaya di kabupaten Sumenep.

Hadir dalam Festival Nelayan atau rokat tasek yang di selenggarakan di desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep, Jawa timur, Dr KH A. Busyro Karim, M.Si, kepala Dinas perikanan provinsi Jawa timur yang di wakili oleh Ir Moh. Gunawan Saleh, M.M, kepala Dinas Perikanan Sumenep Ir Arief Rusdy, para OPD Sumenep dan Forpimka kecamatan Pragaan juga para Ulamak dan Kiai, para Nelayan di kecamatan Pragaan.

“Rokat Tasek merupakan suatu tradisi yang di miliki oleh para Nelayan khususnya wilayah kabupaten Sumenep merupakan bentuk syukur kepada Tuhan YME dalam berkahnya dapat menikmati rejeki yang melimpah”, ucap Bupati Kamis 22/11/2018.

Bahkan Bupati Sumenep memaparkan Rokat berasal dari kata Rorokat dan Barokah sehingga dengan Barokahnya kita menikmati hasil yang melimpah.

“Ini adalah sebuah tradisi rokat tasek yang sebelum gelar di laksanakan di adakan sebuah khataman Qur’an dan kegiatan agama lainnya, dan di pumcak acara di laksanakan prosesi larung”, ungkap Bupati Busyro.

Pada intinya rokat tasek merupakan suatu prosesi kegiatan untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah di berikan dan merupakan suatu bentuk silaturrahim antar sesama nelayan untuk lebih meningkatkan kerukunan dan keharmunisan antar sesama.

“Barokah adalah bertambahnya rejeki yang telah kami terima sehingga, Rokat tasek adalah memohon barokah atau tambahan semakin makmur dalam melaksanakan tugas rutinitas melaut”, pungkasnya.

Selanjutnya dalam pelaksanaaan larung di ikuti oleh para nelayan dengan iring iringan lebih daari 20 perahu yang di hias. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE