Soroti Kebijakan Pemerintah Soal Penerapan Social Distancing, Ini Kata Gus Luqman

359

Pasuruan, Sigap88 – Kebijakan social distancing yang diterapkan oleh pemerintah, khususnya pemerintah daerah kota Pasuruan, maupun kabupaten Pasuruan selama ini, dinilai masih belum efektif dalam mencegah virus covid-19.

Hal itu dilontarkan Ketua Umum Lsm Garda Pantura, Luqman Hakim, bahwa penyebaran covid-19 di wilayah Pasuruan Raya, masih merajalela, dan rakyat makin cemas, entah siap dan kapan, masyarakat menunggu giliran untuk terpapar.

Diam di rumah saja, menurut Luqman Hakim, terpaksa menjadi pilihan, seolah-olah sedang menunggu keajaiban, ditengah kian menipisnya isi dompet yang terkuras pasca pandemi covid-19, karena dampak yang selama ini menyurutkan pemasukan. meskipun tak jarang juga masyarakat yang tidak mematuhi aturan yang diterapkan pemerintah.

“Kebijakan setengah hati, physical distancing, social distancing PSBB atau apalah namanya karena semua bersifat himbauan, sebatas menuntut kesadaran bersama, ini menunjukkan seolah-olah pemerintah tidak punya kekuatan lagi menghadapi pandemi covid 19 ini. Kenapa tidak diharuskan…?
Menghadapi kondisi darurat kok dengan cukup himbauan….?,” Cetus Luqman Hakim.

Dikatakan orang yang akrab disapa Gus Luqman itu, Kini saatnya, Plt. Walikota dan Bupati Pasuruan, yang notabene pemimpin itu bisa lebih menunjukan taji dan kualitasnya sebagai sosok pemimpin untuk menyelamatkan kehidupan rakyat.

“Mereka berdua memiliki legitimasi kuat lantaran dipilih langsung oleh rakyat.
Rakyat tak butuh retorika berbagai teori dalam menghadapi pandemik covid-19 ini. tapi, rakyat butuh pemimpin yang mampu dengan upaya nyata untuk memastikan kehidupan masyarakat, aman dari jangkauan virus mematikan itu,” Tandas Gus Luqman.

Selain itu, dijelaskannya (Red- Gus Luqman) Dalilnya pun sudah jelas dan sahih, bahwa hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat. hal Ini memberi pesan, bahwasanya pemimpin harus mengedepankan perkara substansi dalam bertindak.

“Dalil yang jelas dan sahih, bahwa hukum tertinggi adalah keselamatan bagi rakyat, yaitu untuk menyelamatkan rakyat, ketimbang menjalankan urusan berbagai prosedur teknis, yang pelaksanaannya terkesan bertele-tele, mentok, buntu tak memberikan ruang solusi,” Tukasnya.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE