Sidang Sengketa Tanah, Tergugat Larang Media Meliput

16

Sampang | Sigap88 – Kelanjutan sidang perkara kasus penyerobotan tanah milik Ibu Supatmi berlanjut dengan menghadirkan para saksi guna dilakukan pemeriksaan.

Namun saat persidangan dimulai pihak dari tergugat ada sedikit ketidak terimaan terhadap jalannya persidangan lantaran awak media yang mingikuti persidangan tersebut hendak melakukan peliputan, tetapi dari pihak tergugat ingin media tidak meliputnya.

Saat itu juga kuasa hukum tergugat kemudian memohon kepada ketua majelis hakim yaitu Afrizal untuk tidak mengizinkan awak media meliput jalannya persidangan. “Majelis Hakim yang terhorrmat kami mohon agar rekan-rekan media tidak meliput persidangan ini, karena mengingat ada kode etik sebuah persidangan yang harus di patuhi”. Ungkapnya.

Merasa keberatan atas keinginan dari kuasa hukum tergugat, kemudian kuasa hukum dari pihak penggugat yaitu Moh Taufik memberikan pertimbangan sesuai dengan UU no. 40 tahun 1999 tentang pers.

“Majelis Hakim yang terhormat, sebelumnya kami mohon maaf, ini merupakan persidangan untuk mengadili dan memutuskan hak rakyat, jadi rakyat sangat perlu untuk tau jalannya persidangan kasus sengketa ini”. Paparnya.

Perlu kita ingat kembali bahwa didalam UU Pers tidak ada yang melarang wartawan atau media untuk meliput, bahkan surat edaran yang melarang media meliput sudah di cabut sesuai pernyataan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali yang menginstruksikan agar Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 2 Tahun 2020 dicabut.

Majelis Hakim yang sudah mempertimbangkan keluahan tersebut kemudian melanjutkan persidangan serta sangat memperbolehkan kepada rekan-rekan media untuk meliput persidangan tersebut sampai selesai yang tentunya berjalan dengan sangat khidmat. (Rob/Erw)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE