Sidak Tambang Liar Bagai Angin Lalu, Dua Lokasi Tambang Liar Tetap Beroperasi

0
60

Situbondo, SIGAP88 – Polres Situbondo melakukan Sidak ( Inspeksi Mendadak ) bersama SatPol PP dan Instansi terkait ke beberapa lokasi penambangan liar, Rabu (10/10).

Seperti di lansir di beberapa media cetak dan Online melalui Kabag Ops Polres Situbondo Kompol Hermanto memberikan warning kepada Penambang yang tidak memiliki ijin lengkap Pertambangan untuk menghentikan kegiatannya hingga perijinannya lengkap.

Ibu Rukaiyah pegawai Bagian Ekonomi Pemda Situbondo kepada pembina S One mengatakan “Ada 3 lokasi yang kami datangi untuk di lihat kelengkapan perizinannya”.

“Untuk 2 lokasi di Panji Kidul nyata adalah penambangan dan tidak memiliki ijin lengkap untuk melakukan aktivitas penambangan. Sedang untuk Watu lungguh bukan kegiatan penambangan karena perijinan sudah sesuai dengan peruntukannya namun jika ingin menjual limbahnya harus memiliki ijin OP, jadi tidak benar saya berstatement bahwa Watu lungguh adalah penambangan”, tegasnya.

Salah satu penambangan yang di lakukan sidak kemaren terletak di Panji Kidul yang di kelola oleh N atau H.

Namun rupanya peringatan dari Polres di abaikan terbukti hari ini kegiatan penambangan tersebut terus di lakukan bahkan semakin menggila karena dari pengamatan di lokasi penambangan tersebut terdapat 4 bego dan yang di aktifkan 2 bego serta dan hilir mudiknya puluhan Dumtruk pengangkut material urugan tersebut.

Salah seorang warga panji kidul yang mendapatkan efek langsung dari kegiatan penambangan ilegal ini mengatakan “Saya itu heran kenapa kegiatan penambangan liar ini tetap di biarkan padahal sudah berbagai macam upaya kami lakukan”.

“Selaku warga kami menolak bahkan sudah di laporkan ke Polres Situbondo namun kegiatan tersebut tetap berlangsung dan bahkan berpindah tempat setelah lokasi yang lama sudah hancur dengan kedalaman yang sangat berbahaya”,ungkapnya.

Warga lainnya dengan inisial R juga menanggapi “Apa mungkin tambang itu sakti ya dan kebal hukum, hingga Polisi di buat mainan dan tidak mengikuti arahan dan peringatan, ataukah ada orang kuat yang membelanya sehingga tetap leluasa menghancurkan dan merugikan masyarakat”.

Menyikapi hal tersebut diatas, Ketum GP Sakera yang sekaligus pembina S one angkat bicara “Saya akan melakukan koordinasi dengan informasi masyarakat ini ke Polres Situbondo dan saya yakin Polres akan bertindak tegas terkait dengan di abaikannya peringatan dari Sidak kemaren”, tegas Bang Ipoel.

Sementara pengelola tambang yang berinisial “H” ketika di hubungi oleh tim S One mengatakan kalau di suruh hubungi Y dan buru-buru menutup telponnya. (Ony).

Komentar
Content Protection by DMCA.com