Setelah di Beritakan, Aktivitas Tambang di Tiga Kolong Desa Ketap Sementara Tutup

0
35

Parit Tiga, SIGAP88 – Tambang timah sistim rajuk yang berada di Tiga Kolong yaitu, Kolong Mayat, Kolong Pelampung dan Kolong Gelam Desa Ketap Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat di kabarkan tutup, Rabu ( 31/10/208 ), setelah adanya pemberitaan di berbagai media online baru baru ini.

Informasi yang kami dapatkan di lapangan bahwa para penambang dan oknum penegak hukum sepakat untuk menghentikan sementara aktivitas tersebut sampai situasi sepi pemberitaan dari wartawan, saat ini di lokasi tambang terpasang spanduk yang bertuliskan di larang melakukan penambangan kawasan ini.

Untuk memastikan informasi penghentian sementara aktivitas tambang, maka awak media ini menghubungi salah satu orang kepercayaan AT Warga Parit Tiga yang berinisial “JN”, JN membenarkan bahwa aktivitas di tiga kolong tersebut untuk sementara di hentikan dari aktivitas tambang rajuk, Jumat malam 25/10/18

Betul pak, saya mendapatkan kabar kalau besok, hari sabtu 26/10 aktivitas tambang dilokasi tutup

Setelah aktifitas penambangan ini terpublikasi oleh media online, maka pihak Kepolisian dari Polres Bangka Barat bersama Polisi Sektor ( Polsek ) Parit Tiga langsung melakukan penertiban. Sabtu ( 27/10/2018 )

Kabar berhentinya aktivitas penambangan itu juga di sampaikan oleh Ruly selaku Polisi Hutan ( Polhut ) Kesatuan Pengelolaan Hutan ( KPH ) Jebus, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat/ Babar.

“Setelah tim Kepolisian mendatangi penambangan itu ( Kolong mayat, kolong gelam dan kolong Pelampung – red ) saat ini aktifitas berhenti” kata Ruly seizin Melyadi selaku kepala UPT Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Bangka Barat Melyadi. Rabu ( 31/10/2018 )

Dikatakannya baru – baru ini pihaknya kelapangan dan menjumpai para penambang sudah tidak melakukan aktifitas lagi namun mesin dan peralatan tambang masih di lokasi kolong- kolong tersebut, Ia juga menegaskan bahwa pihak KPH telah membuat surat untuk berkoordinasi kepada pihak Kepolisian namun masih menunggu tandatangan KKPH yang saat ini sedang ada tugas di Sungailiat

“Kita sudah buat surat ke pihak Kepolisian untuk menindak penambangan itu namun belum ditandatangani oleh KKPH dikarenakan beliau lagi ada tugas di Sungailiat, ujar Ruly kepada wartawan melalui sambungan telpon. Selasa ( 30/10/2018) kemarin

Sementara kabar berhentinya penambangan di Kolong Mayat dibantah oleh sumber media ini bahwa penambangan itu tidak akan bisa ditutup baik oleh kehutanan maupun pihak Kepolisian dikarenakan pihak penambang sudah berkordinasi kepada oknum penegak hukum.

“Penambangan Kolong Mayat, Kolong Gelam dan Kolong Pelampung tidak mungkin ditutup karena disitu sudah terlalu banyak kepentingan, paling satu dua hari, selanjutnya kerja lagi’ kata sumber media ini, yang tidak mau disebutkan namanya melalui sambungan telpon. Rabu ( 31/10/2018 ) sekitar pukul 14 00 WIB

Diakuinya penambangan disitu sudah banyak kepentingan koordinasi keamanan melalui para cukong-cukong pasir timah, bahkan sejumlah wartawan pun dapat bagian disitu “Semua sudah dapat ‘jatah’ mana bisa ditutup permanen penambangan di kolong itu” ujarnya

Dan kalau memang mau di tindak tegas, kenapa barang bukti masih tetap berada di lokasi tambang, seperti mesin dan peralatan tambang lanjut nara sumber lagi dan dilokasi tambang juga sudah banyak warga yang menetap disitu mana mungkin penambangan itu bisa dihentikan” kata dia

Disinggung mengenai 20 persen dari hasil penambangan untuk kordinasi, ia tidak mengetahuinya namun itu kemungkinan besar benar, karena koordinasi melalui cukong – cukong itu dan hanya cukong – cukong itu yang tau

Disebut-sebut pasir timah dari hasil penambangan di tempat itu dijual ke beberapa bos, bos ini yang membeli, menampung dan memodali warga setempat dengan melalui orang- orang kepercayaanya di lapangan, selanjutnya pasir timah itu di kirim ke pabrik peleburan/ smelter sebagai pemilik modal besar.(imw)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA/Telp 0838 3025 3823 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS