Sengkarut Limbah RSUD, Pospera Bakal Somasi Hingga ke Pemerintah Pusat

179

Pasuruan, Sigap88 – Tidak puas dengan sistem pengelolahan limbah yang dilakukan oleh RSUD Soedarsono kota Pasuruan, Pengurus Wakil Ketua DPD Pospera Jawa Timur beserta DPC Pospera Kota Pasuruan kembali geruduk RSUD Soedarsono, yang berlokasi di Kelurahan Purutrejo kota Pasuruan, Kamis (19/3/20).

Pasalnya, setelah Pospera melakukan monitoring ke tempat lokasi pengelolahan limbah, pihak RSUD tidak kemudian melakukan bembenahan terhadap sistem yang ada, terbukti di lapangan bahwa, tempat pengelolahannya masih tak teratur tetap terlihat kumuh.

“Pasca dilakukan sidak oleh Komisi l DPRD Kota Pasuruan, dan setelah Pospera melakukan monitoring ke lokasi pengelolahan limbah, ternyata pihak RSUD tidak membenahi dan melakukan evaluasi terhadap sistem yang ada,” Ungkap Amin Suprayitno.

Menurut Prayit, pihak RSUD Soedarsono, sudah menyepelekan lembaga kemasyarakatan, bahkan pengawasan dari lembaga legeslatifpun seolah – olah tidak dihiraukan.

“Lembaga legeslatif saja tidak digubris oleh pihak RSUD, apalagi lembaga kemasyarakatan. kami akan melakukan somasi kepada RSUD Soedarsono, yang akan kita berikan tembusan ke Pemerintah Pusat agar permasalahan limbah berbahaya di RSUD ini ada tindakan dari pemerintah pusat,” terang Prayit.

Sementara itu, permasalahan limbah RSUD Soedarsono, mendapat perhatian dari Kantor Hukum Keda Buru, M. Shafriadin, a.s, SH. orang yang akrab disapa Bang Ompu ini mengatakan bahwa, dalam permasalahan limbah RSUD, harus ada tindkan tegas dari RSUD untuk benar – benar memperhatikan pengelolahan sampah / limbahnya.

“Harus ada tindakan tegas untuk rumah sakit yang tidak memperhatikan pengelolahan sampah dan limbah dengan benar. karna limbah medis lebih berbahaya dari limbah domestik,” Tandas Bang Ompu.

Dalam hal ini, lanjut Bang Ompu beserta Partners, dampak yang dimaksud dari limbah B3, disitu ditemukan adanya bahan kimia yang telah kadaluwarsa dan sebagainya, yang akan merugikan kesehatan di lingkungan hidup manusia.

“Pengolahan limbah B3 yang tidak benar, dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk hidup dan lingkungan hidup, melalui pencemaran baik udara, tanah, air dan laut. bahkan kalau dibiarkan, lebih bahaya dari virus korona,” Lanjutnya.

Diketahui, sampai saat ini pihak RSUD hanya melakukan perbaikan terhadap mesin peleburan sampah, yakni Incenerator yang sedang mengalami kendala. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE