Selain Tersangka LA Kasus Beras Oplosan, Kapolres Sumenep Akan Kembangkan Tersangka Lain

364

Sumenep | Sigap88 – Polres Sumenep berhasil mengungkap kasus beras oplosan yang dilakukan oleh tersangka LA sebagai pemilik sekaligus pengelola, dengan mencampur bahan pengawet yang dilakukan dengan cara penyemprotan cairan pandan untuk membuat beras tersebut harum

Dari hasil Press Release yang dipimpin oleh Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K., mengakatan bahwa pengungkapan ini dilakukan dalam rangka pemenuhan, kebutuhan dari masyarakat Kabupaten Sumenep khususnya pencanangan program BPNT berupa sembako berjenis beras yang dilakukan pendistribusiannya oleh e-Warung

Kemudian kami bersama satgas pangan langsung melakukan pengawasan dan berkomitmen dalam pengungkapannya, mengingat proses daripada penerapan Pasal kepada Tersangka adalah berlapis

Sehingga kami melakukan pemeriksaan kepada para ahli tentunya yang membidangi dibidang pangan kemudian konsumen dan yang membidangi dibidang perindustrian

Kasat Reskrim Polres Sumenep berhasil mengamankan barang bukti (BB) kurang lebih 10 ton beras dengan merk ikan lele super yang direncanakan akan dikirim atau didistribusikan ke kepulau Gili genting

“Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Sumenep tersangaka akan dikenakan Pasal 62 UU no.8 thn 99 tentang perlindungan konsumen, Pasal 139 UU no.18 thn 2018 tentang pangan, Pasal 106 UU no.7 thn 2014 tentang pangan”. Kata AKBP Deddy. Jum’at (20/03/2020)

Lajut Kapolres, mengingat memang kasus ini perdana yang dilakukan pengungkapan oleh Polres Sumenep dalam hal beras oplosan yang dilakukan oleh UD. Yudatama Art yang dilakukan pengecekan terhadap legalitas yang dilakukan oleh dinas Perizinan belum dinyatakan sebagai izin

“Jadi kita menghimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mencurangi masyarakat untuk memperoleh keuntungan tertentu”. Jelas Deddy

Pihak Polres Sumenep juga mengambil keterangan dari Bulog, bahwa memang dibenarkan pelaku usaha melakukan pembelian langsung ke Bulog dengan catatan tidak mengubah kemasan ke kemasan lainnya

“Jadi setiap masyarakat yang membeli kalau memang itu beras bulog pasti akan dibunyikan kemasannya beras Bulog”. Terangnya

Menurut keterangan dari tersangka, beragam jenis merk yang didapatkan yaitu tersangka melakukan pemesanan disuatu daerah di daerah Surabaya, yang antara lain seperti merk Ikan lele super, merk tembok beras, dan merk beras kita

Bahkan Kapolres menegaskan, akan melakukan pendalaman lagi terhadap kasus ini, dan tidak menutup kemumgkinan ada tersangka berikutnya setealah LA.

Berdasarkan barang bukti (BB) yang berhasil disita antaralain, 1 Unit Truck dengan muatan kurang lebih 10 Ton beras merk Ikan lele super sebanyak 2000 Karung, kemudian Beras Merk Bulog yang masih dalam kemasan yang belum dilakukan pengomplosan sebanyak 105 karung dengan tiap karung 50 kg, beras tanpa merk sebanyak 22 karung, karung beras Bulog yang sudah kosong sebanyak 73 karung, karung tanpa merk sebanyak 63 karung, 1 buah timbangan Duduk Digital, 1 scope, 1 semprotan manual, dan mesin penjahit karung. (Ain/Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE