Sampang Bergejolak. Aksi Unjuk Rasa Pendukung Mantap Ricuh

448

Sampang sigap88 – Polemik yang terjadi di Kabupaten Sampang terkait Pilkada, sampai detik ini belum menemukan titik terang. Sehingga dari pasangan Mantap turun kejalan melakukan aksi damai menuntut indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum oknum panitia pilkada, Senin 9/7/2018.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan massa pendukung calon bupati dan wakil bupati Sampang nomor urut 2, Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap), di depan kantor Panwaslu jl. Rajawali III akhirnya ricuh.

Kericuhan yang terjadi sejak pukul 13.00 WIB ini, berawal dari ribuan massa pendukung Mantap terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Aksi saling dorong terjadi akibat massa memaksa masuk ke kantor Panwaslu yang telah dijaga ketat oleh aparat.

Disaat aksi, sempat terjadi aksi pelemparan batu oleh massa yang tampak semakin emosi. Tak hayal, beberapa orang dari massa maupun polisi mengalami luka ringan akibat aksi tersebut, termasuk awak media sigap88 yang kena lemparan batu di kepalanya.

Melihat kondisi dilapangan semakin memanas dan tidak terkontrol, pihak kepolisian akhirnya bertindak tegas mengusir ratusan demonstran yang memaksa masuk dengan melepaskan gas air mata.

Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan aparat

Ribuan massa pendukung Mantap ini protes pelaksanaan Pilkada Sampang yang diduga banyak kecurangan dan pelanggaran yang dinilai telah mencederai proses demokrasi.

Seperti munculnya data ganda dan orang meninggal dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), banyaknya formulir C6 atau pemberitahuan memilih tetap tidak diedarakan, sehingga dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Kami turun kejalan karena ada kecurangan dan ketidaknetralan dari pihak Bawaslu kabupaten Samapang. Kami di dholimi oleh Panwaslu” ujar Imam Bukhori selaku korlap.

Lanjutnya, Panwaslu harus bertanggung jawab dengan kecurangan di kabupaten Sampang.
Mengapa setiap ada pilkada, setiap ada pemilu selalu ada konflik,”.

Disamping itu Rolis salah satu korlap dalam orasinya mengatakan
“Masih banyak pelanggaran yang terjadi lainnya, termasuk intimidasi baik kepada pemilih maupun saksi di beberapa TPS sehingga banyak saksi Mantap tidak mendapatkan haknya berupa C1, maka itu penyelenggara pemilu dan pengawas harus bertanggung jawab.

Selain itu, massa menyebut bahwa kasus kecurangan yakni inkonsistensi keputusan Panwaslu Sampang pada tanggal 7 Juli 2018. Seperti keputusan mengajukan permohonan pembukaan kotak suara untuk mendapatkan kepastian C7 kepada KPU Kabupaten Sampang guna bahan penyidikan serta uji material.

Namun, keputusan tersebut tiba-tiba dianulir tanpa ada tindakan lebih lanjut dengan mengeluarkan keputusan baru dalam waktu singkat yang menyatakan seluruh pengaduan dari Tim Mantap tidak mengandung unsur pelanggaran karena di anggap tidak cukup dua alat bukti.

“Keputusan inkonsistensi itu menyebabkan Panwaslu melanggar keputusannya sendiri dan menyalahgunakan kewenangannya,” tegasnya.

Dalam aksinya, massa menuntut Komisioner Panwaslu Sampang mundur, dan akan dilaporkan ke Bawaslu Jatim maupun Bawaslu pusat.

Mendesak kepada Bawaslu untuk segera mencabut keputusan Panwaslu Sampang yang cacat hukum selambatnya 3×24 jam sejak tanggal 9 Juli 2018.

Kemudian, massa meminta kasus pelanggaran yang terjadi di Kabupaten Sampang diambil alih oleh Bawaslu Jatim dan Bawaslu pusat.

Meminta KPU Kabupaten Sampang bertanggung jawab atas masih munculnya DPT ganda dan orang meninggal yang belum tercoret dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Meminta KPU Kabupaten Sampang harus profesional dan bertanggung jawab terhadap kekacauan pelaksanaan Pilkada Sampang.

Meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang untuk ikut terlibat dalam menyelesaikan sengketa Pilkada Sampang 2018 yang telah diciderai oleh praktek kecurangan sistemis.

“Jika tuntutan ini tidak di tindak lanjuti secara profesional dalam waktu cepat, maka kami akan melakukan aksi dengan kekuatan dan dukungan yang lebih besar,” Jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Komisioner Panwaslu Sampang Insiyatun belum bisa memberikan keterangan sampai berita ini turun. (Thur)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS
Content Protection by DMCA.com