Sales Alat Penghemat Listrik Meresahkan Warga Desa Wonorejo

0
0

Kediri sigap88- Banyaknya sales yang masuk desa Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih membuat masyarakat resah. Sales yang menawarkan alat penghemat listrik tersebut memasuki gang-gang di dalam desa Wonorejo, akibatnya masyarakat wadul ke PLN.

Ulul Albab (40) warga Dusun Kolak Desa Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih kabupaten Kediri, melaporkan kepada pihak PLN di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri, terkait banyaknya sales yang menawarkan alat penghemat listrik didesanya.

“Sales tersebut menawarkan alat penghemat listrik. Tetapi mereka bukan dari PLN. Sales tersebut mengaku sedang PKL (Praktik Kerja Lapangan) di sebuah perusahaan produsen alat-alat listrik,”ungkapnya Kamis 28/03.

Sales-sales tersebut terus memaksa agar membeli alat tersebut, dengan alasan ini hanya tugas dari perusahaan. Karena keberhasilan penjualan akan mempengaruhi nilai supaya segera lulus.

Masih menurut Ulul, harga awal yang ditawarkan Rp. 1,5 juta. Tetapi Mas ULUL mendapatkan diskon sampai Rp. 800 ribu kalau membeli pada saat itu juga.

Karena merasa curiga saya langsung menolak, karena sepengetahuan saya PLN tidak pernah menjual alat penghemat listrik,” ungkapnya.

Dilain pihak Aditthia Pratama Putra Humas PLN UP 3 Kediri saat dikonfirmasi menegaskan bahwa alat tersebut bukan dari PLN. PLN tidak pernah menjualnya.

Sementara itu Hardian Zanuar Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ngadiluwih Kediri mewakili PLN Up3 Kediri ketika ada laporan masyarakat terkait pelayanan masyarakat soal PLN akhirnya mendatangi kantor Desa Wonorejo.

Hardian Zanuar akhirnya memberikan sosialiasi kepada masyarakat bahwa PLN tidak pernah mengeluarkan alat penghemat listrik. Serta mengingatkan masyarakat agar hati-hati terhadap oknum-oknum yang menjual alat yang sudah banyak beredar dari beberapa tahun yang lalu.

“PLN sudah melakukan uji alat penghemat listrik yang ditawarkan ke masyarakat ke lembaga penelitian dan universitas. Hasilnya, alat tersebut ternyata tidak bisa mengurangi pemakaian tenaga listrik. Yang bisa mengurangi penggunaan tenaga listrik hanya masyarakat sendiri, dengan cara mengatur konsumsi listrik,” terangnya. (pRiez)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE