Razia Zebra, Polisi Sidoarjo Amankan Anggota BIN Gadungan

362
Anggota BIN Gadungan Ditahan di Polsek Prambon

Sidoarjo – Petualangan pasangan suami isteri (pasutri) Edy Sutanto (49) dan Ita Mustafa (24) warga Desa Suwaluh RT 12 RW 3 Kec. Balongbendo, berakhir sudah. Keduanya diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Prambon kemarin, Selasa (7/11/2017).

Pasutri yang tinggal di rumah kontrakan di Perumahan Griya Prambon Asri Wonoplintahan Kec. Prambon ini diamankan setelah mobil yang di kendarai berdua dengan nopol cantik, terjaring operasi zebra di dekat Pos 10 Pakerin, dan tak dilengkapi surat-surat sah kendaraan.

Keduanya diduga berkomplot dalam melakukan dugaan aksi kejahatan.

“Keduanya dihentikan tidak mau berhenti. Setelah dipaksa berhenti akhirnya minggir dan tidak ada suratnya sama sekali alias bodong. Didalam mobil juga banyak ditemukan dokumen termasuk identitas anggota PKRI (perintis kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Kapolsek Prambon AKP Isharyata, Rabu(8/11).

Isharyata menambahkan, saat diperiksa, keduanya masih saja mengaku tidak bersalah dan bahkan mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Keduanya ngotot tidak mau saat akan diamankan.

Edy berdalih mobil yang dipakai suratnya lengkap dan kini ada di Jakarta. Pengendara juga tidak memiliki SIM yang berlaku. “Karena tak bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraan, maka mobil diamankan,” tegasnya.

Pengakuan keduanya sebagai anggota BIN juga ditindaklanjutinya dengan berkordinasi dengan aparat TNI. Dari pemeriksaan secara menyeluruh, ternyata pengakuan keduanya palsu dan tidak ada dalam struktur anggota intelijen yang bernama Edy Susanto. “Setelah kecurigaan yang ada, keduanya lansung diperiksa secara intensif,” tambahnya.

Masih kata Isharyata, dari pengembangan penyelidikan yang dilakukan kesatuannya, Ita pernah melakukan penipuan.Korbannya Muawanah warga Desa Pasinan Kec. Wringinanom Gresik yang lapor kalau pernah ditipu dengan modus bisa memasukkan anak korban ke Polri dengan syarat memberikan uang senilai Rp 250 juta. Setelah uang dicicil dua kali oleh korban hingga lunas, anak korban tidak juga diterima alias tidak lulus

“Pelaku mengaku akan akan diterima untuk tahun berikutnya. Karena umurnya sudah tidak memenuhi, anak korban tetap tidak lolos. Merasa ditipu, korban melaporkan kasus itu ke Polsek Prambon. Untuk korban penipuan masih satu orang dan dikembangkan lagi apa ada korban lainnya,” pungkasnya

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS