Rampas Kendaraan Tanpa Dibekali Surat Fidusia, Debt Collector BFI Finance Terancam Dipolisikan

6828

Probolinggo, Sigap88 – Ditarik paksa kendaraannya oleh Debt Collector yang mengaku dari perusahaan pembiayaan kredit (leasing) leasing BFI Finance yang kerjasama dengan jasa penarikan, yakni PT. Songot Karya Abadi, Zainu Arifin warga desa Wotgalih, kecamatan Nguling kabupaten Pasuruan, akan melapor ke Polisi.

Kendaraan Daihatsu Ayla N 1451 GX, yang kendarai oleh Zainul Arifin, ditarik secara paksa (rampas) oleh debt collector di jalan Mayangan, Probolinggo, Jawa Timur pada Jum’at (13/3/20) kemaren.

Zainul Arifin mengungkapkan, pihak debt collector BFI Finance yang melakukan penarikan mobil secara paksa, ternyata tidak melampirkan surat fidusia yang dibuat kedua belah pihak, “Nama debt collector nya bernama Selamet dan Hisbul, warga Mayangan Probolinggo, sedangkan nama yang tercantum pada surat penarikan unit, atas nama Aby,” ungkap Zainul, Senin (16/3/20).

Pada waktu penarikan, lanjut Zainul Arifin, katanya, kendaraan akan di amankan di Polsek terdekat oleh debt collector, “Katanya, unit yang ditarik akan diamankan ke Polsek terdekat, namun saya cek di Polsek terdekat, unitnya tidak ada. tambah lagi, ke dua debt collector itu tidak dibekali KTA resmi dari PT / BFI Finance,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Lsm GAB Agus Jalaludin, mengatakan, seharusnya, pihak BFI Finance tidak boleh mengambil unit secara sepihak dan atau tanpa perintah dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Penarikan secara paksa yang dilakukan debt collector yang mengaku dari PT. Songot Karya Abadi, kerjasama dengan BFI Finance Cabang Pasuruan, sebagai kreditur, merupakan pelanggaran hukum karena tanpa menunjukan surat fidusia. Hal tersebut bertentangan dengan peraturan Kementrian Keuangan no 130/PMK.010/2012,” Kata Agus Jalaludin.

Dijelaskan lebih lanjut, mobil yang dibeli customer bukan milik BFI Finance, namun milik pembeli dengan bukti yang dimiliki secara sah, serta perjanjian yang tertuang dalam surat fidusia.

“Apalagi, nama yang tercantum pada surat penarikan dari PT. Songot Karya Abadi, / BFI Finance itu tidak sama dengan nama debt collector pada saat melakukan penarikan di jalan. nama yang tercantum di surat penarikan a/n Aby, sedangkan nama ke dua debt collector adalah Selamet dan Hisbul,” Jelasnya.

Agus akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan ke dua debt collector yang ‘merampas’ kendaraan milik kerabatnya itu ke pihak Kepolisian, “Saya akan melaporkan ke dua debt collector ke pihak Kepolisian. selain ‘merampas’ kendaraan mobil tanpa dibekali kelengkapan surat – surat resmi dan tidak sesuai prosedural, juga kita adukan terkait dengan pemalsuan dengan menipu konsumen,” Pungkasnya. (Syt/Laks)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE