Ramai Diberitakan di Media Online, Kuasa Hukum Ketua Gerindra Bondowoso Adakan Press Release

0
433

Bondowoso, SIGAP88  – Ramainya pemberitaan Media Online mengenau Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bondowoso yang berstatus tersangka oleh Polres Probolinggo, membuat geram Kuasa hukum Supriyanto.

Supriyono SH selaku Kuasa hukum langsung mengadakan Press Release yang bertempat di Kantor Gerindra Bondowoso untuk memberikan klarifikasi kepada sejumlah awak media, Jumat (04/01).

Supriono SH menyebutkan ada campur aduk antara hukum dan politik yang memanfatkan situasi untuk membunuh karakter kliennya.

“Kaitannya dengan apa yang sekarang ramai di perbincangkan di media online, bahwa ini sudah ada campur aduk antara  hukum dan politik, bahkan saya melihat ini digerakan karena momentum politik”, Ungkapnya.

Supri menganggap, persoalan yang di alami Kliennya masih sebatas dugaan karena prosesnya masih panjang untuk dianggap bersalah, baik mulai dari proses terlapor, tersangka, terdakwa, terpidana. Sebab dalam hukum masih terdapat azas praduga tidak bersalah yang harus selalu dikedepankan.

Namun kata Supri, kondisi ini sangat disayangkan karena ternyata dikemas dan dimanfaatkan dalam situasi politik oleh pihak-pihak tertentu menggunakan problem ini untuk membunuh karakter bang Supri (Ketua Gerindra bondowoso,red).

”Padahal waktu bang Supri diperiksa oleh penyidik tindak pidana Polres Probolinggo, itu sudah di sampaikan bantahan-bantahan termasuk didalamnya yang melakukan peminjaman uang ini  sebenarnya adalah Sugeng Ismoe”, katanya.

Supri menjelaskan, bahwa kliennya hanya menjadi perantara terkait bisnis yang akan ditekuni oleh tiga orang  itu. Sugeng Ismoe, Ainul Yaqin, dan al-marhum saudara Ismail Hidayat yang diduga dibunuh oleh Dimas Kanjeng.

Waktu itu, lanjutnya, ada Empat orang di salah satu hotel di Jakarta yang sepakat akan melakukan bisnis antara Sugeng dan Ainul yang menjadi pelapor dari persoalan ini, sehingga pada saat itu kemudian terjadilah aliran dana dari Ainul kepada Sugeng yang dibayar melalui kleinnya, yang kemudian uang itu oleh bang Supriyanto di sampaikan kepada Sugeng.

“Dan ini pernyataan Sugeng jelas (red kuasa hukum Suprianto sambil menunjukan surat pernyataan Sugeng yang bermaterai)”.

“Yang isinya menyatakan bahwa, pelaporan pidana yang dilakukan oleh Ainul Yaqin kepada Supriyanto dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan pada Polres Probolinggo tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya”, terangnya.

Katanya, untuk proses hukumnya masih dalam taraf perdamaian, jadi artinya pada saat diperiksa sudah ketemu dengan pelapor yang didamping oleh Kasat reskrim Probolinggo sudah ada kesepakatan, bahkan mereka menyatakan untuk di selesaikan.

Ia juga memaparkan mulai dulu memang kelemahan kliennya molor-molor terus, sehingga ia yang menjamin bahwa persoalan ini akan selesai, kemudian ia mengira sudah tidak ada apa-apa. Namun Kemudian masuk ke media online tanpa ada klarifikasi, seolah-olah bang Supriyanto itu sudah bersalah.

“Media online yang sudah terlanjur memberitakan dan tidak melakukan klarifikasi kepada saya selaku kuasa hukum dari supriyanto, maka saya harus menyampaikan Hak jawab untuk menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi”, pungkasnya. (Hamid).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE