Puskesmas Saronggi Ajak Warga Selalu Terapkan PHBS

103

Sumenep | Sigap88 – Persiapan memasuki musim Pancaroba saat ini Puskesmas Saronggi melakukan kunjungan ke setiap rumah warga bersama petugas Desa dangan Kader Jumantik dalam mensosialisasikan upaya mencegah adanya virus Demam Berdarah (DBD) agar tidak menyerang masyarakat, Rabu, (23/12).

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di bulan ini saja, kurang lebih sekitar 1 tahun Puskesmas Saronggi sudah melakukan kegiatan pemeriksaan Jentik, lalu hasilnya itu dari Kader dilaporkan ke Petugas Desa kemudian ke penanggung jawab.

“Jadi kami tidak hanya fokus pencegahannya itu hanya pada saat musim Pancaroba, untuk sebelum-sebelumnya bagaimana kita membiasakan masyarakat untuk menerapakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam menghadapi musim penghujan ini”. Kata Kepala Puskesmas Saronggi Nurul Latifah.

Sebelumnya di tahun 2015 Puskesmas Saronggi menduduki peringkat kedua tertinggi kasus DBD se Kabupaten Sumenep, tapi pada saat itu tidak ada satupun yang meninggal, oleh sebab itu dibentuklah Kader Jumantik disetiap Desa, dengan tiap dusun satu orang Kader Jumantik.

“Dan kunjungan rumahnya itu tidak pasti secara fisik tetapi komunikasi Kader itu mengingatkan seperti melalui acara hajatan, dan untuk fisiknya tetap jalan tetapi tidak mesti satu hari keliling 10 rumah, jadi tetep selalin kunjungan rumah itu juga mengingatkan tanggung jawabnya di Dusunnya masing-masing”. Terangnya.

Selain itu Puskesmas Saronggi juga bekerjasama dengan Lintas Sektor dengan melakukan pertemuan bersama yang didalamnya membahas hasil dari program Puskesmas lalu kemudian dipaparkan kepada Lintas Sektor.

“Sebelum adanya pandemi ini hasil dari program kami, kami paparkan kepada Lintas Sektor, dan disitu kami mendapat dukungan baik dari Lintas Sektor, tapi untuk saat ini karena dampak pandemi kami hanya bisa melalui saluran telefon dan WhatsApp saja”. Tuturnya.

Kemudian terkait dengan stanting pihak Puskesmas Saronggi melakukan upaya pendidikan kepada Kader tentang bagaiman melakukan pengukuran yang benar, lalu setelah melakukan pengukuran yang benar selanjutnya Kader memberikan edukasi kepada ibu balita untuk konsumsinya.

Karena stanting ini pencegahannya tidak hanya saat keluar bayi tetapi sejak remaja putri, jadi pihaknya membuat program pemberian tablet tambah darah untuk siswa SMP setiap minggunya.

“Kami juga melakukan program pemberian tablet penambah darah untuk siswa SMP agar tidak anemia, karena remaja saat ini musimnya langsing, jadi asupannya dikurangi, sehingga saat dilakukan tes HB nya rendah, kemudian ibu hamilnya kami juga lakukan pemantauan dengan cara rutin melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau Posyandu”. Tutupnya. (Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE