Puluhan Ponton Tambang Rajuk Beroperasi di Tanjung Gunung Tanpa Legalitas

0
84

Bangka Tengah, SIGAP88 – Pantauan awak media sigap88 pada hari Jumat, 30/11/18 Siang terlihat puluhan ponton tambang rajuk timah sedang beroperasi di Laut Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

Hasil investigasi awak media terlihat dari kejauhan terdiri dari beberapa kelompok, dalam satu kelompok ada beberapa ponton, rata rata ponton tersebut milik pengusaha, karena biaya untuk pembuatan satu ponton dan lengkap dengan mesin mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, jelas penjaga ponton/ pantai berinisial AN

AN bersama Delapan penjaga ponton di bayar dengan pasir timah setiap hari, kalau gaji kami sembilan orang di bayar menggunakan pasir timah setiap hari, kadang satu ponton memberi setengah kilo sampai dua kilo pak, lumayan juga kalau dikumpul dari setiap ponton yang berjumlah puluhan unit.

Setiap ponton harus menyisihkan pasir timah seikhlasnya di antaranya untuk oknum desa, oknum nelayan, ojek perahu, oknum masjid ujar AN kepada awak media tadi siang, yang penting jangan ada masalah selama ponton ini berjalan pak, lanjutnya.

Maraknya tambang rajuk jenis ponton laut ini tidak terlepas dari gaya koordinasi yang memang secara alami terbentuk agar terjadi keharmonisan diantara mereka sehingga tambang illegal ini dapat berjalan dengan lancar.

Selanjutnya AN mengatakan kalau pembeli timah disini sangat banyak salah satunya yang ada di depan mushola setempat, mengenai harga bervariasi, ada yang berani membeli sembilan puluh ribu sampai seratus ribu rupiah perkilo di karenakan pasir timah disini kasar/ berkualitas bagus dan hasil penambangan disini ada yang sukses pak, salah satunya, ponton yang di depan bapak, sambil menunjukan jari ke arah laut, kalau kelompok itu satu hari bisa tiga kampil/ karung untuk satu ponton, kira kira berkisar dua ratus kilo perhari.

awak media juga menanyakan apakah pernah tambang rajuk disini di razia aparat, AN menjelaskan pernah pak, kadang anak buah kita yang lagi bekerja di laut ditangkap oknum penegak hukum dan di bawa ke pos mereka menggunakan kapal patroli dan pasir timah kita juga ikut di bawa, untuk melepaskan anak buah kita, bos masing masing ponton harus menyerahkan sejumlah uang kepada oknum penegak hukum tersebut, pernah bos ponton sampai mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. (Imw).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE