Proyek Rp. 9,6 Milyar Kabupaten Trenggalek Sarat Korupsi

0
0

Tranggalek, SIGAP88 – Fenomena menjamurnya kasus kasus korupsi di Indonesia hingga saat ini merambah ke daerah daerah. Kasus demi kasus yang di tindak lanjuti oleh KPK tidak bikin jera para birokrat negeri ini, nampaknya di beberapa wilayah bukan menjadi momok, bagi pemain tender proyek yang berkolusi bersama para aparatur pemerintahan daerah. 14/4/2018

Kabupaten Trenggalek menjadi indikasi korupsi yang selama ini hampir tidak tersentuh oleh hukum, dugaan proyek bermasalah ini, terjadi pada proyek peningkatan jalan Munjungan dan Nambak Ngulungkulon Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, dengan nilai 9,6 milyar rupiah, oknum panitia atau pokja(kelompok kerja), di duga bermain anggaran, Pada proyek tersebut.

Informasi yang di himpun sigap88.com Di area Stasiun Kota Baru Kota Malang saat ngopi bersama yang namanya tidak mau sebutkan mengatakan ” proyek peningakatan jalan tersebut, di anggarkan pada APBD tahun 2018, melalui dinas PU dan Penataan ruang Kabupaten Trenggalek, namun penetapan rekanan proyek, di duga syarat permainan, maka kami melakukan protes dan menempuh jalur hukum.

Lanjutnya, Sekarang kita lihat, ada rekanan yang di tetapkan sebagai pemenang pertama dan kedua, dengan nilai tawar lebih rendah, tapi kalah, ini kan aneh ada apa ini.

Hasil pengumuman lelang LPSE kabupaten Trenggalek, ada empat peserta lelang yang memasukan penawaran, yang pertama PT Sriwijaya Perkasa, dengan penawaran terendah Rp. 8.684.831.492,19, yang kedua PT Konstruksi Indonesia Mandiri, dengan penawaran Rp. 9.367.805.736,39, ketiga PT Cipta Prima Selaras dengan penawaran Rp. 9.377.105.141,72, dan yang terakhir adalah penawar ke empat dengan harga penawaran terendah, yaitu PT Ayem Mulya Indah (Grup Tripel S), dengan nominal Rp. 9.652.182.044,23.
Sedangkan HPS pekerjaan ini sebesar Rp.9.658.594.411,78.

Dari sinilah letak kejanggalan itu terlihat, dimana PT Ayem Mulya Indah, di menangkan dengan nilai penawaran tertinggi, dari nominal yang di tawarka rekanan yang lain turun 0.009 persen, kalau di nominalkan harganya turun sekitar 6.4 juta rupiah saja.

Dengan seperti itu Jelas proses lelang dan penetapan pemenang tidak fair, dan di duga ada permainan antara oknum Pokja dan ULP.” Jelasnya.

” karena tidak ada alasan yang jelas, tentang prosedur penetapan pemenang lelang dengan jelas, dan proses penunjukan juga pada penawar tertinggi, maka tentu sangat mungkin merugikan negara, karena selisihnya bisa mencapai 1 milyar rupiah, kalau di lihat dari nominal tiga penawar lain yang lebih rendah, dari pada pemenang tender, ini cuma salah satu proyek yang terindikasi bermasalah di kabupaten Trenggalek, sementara masih banyak lagi proyek – proyek yang juga di duga syarat masalah di dalamnya, datanya lengkap di saya semua, nanti kita akan bongkar satu persatu” pungkasnya.

Saat sigap88.Com, Mengklarifikasi pada ketua Pokja Proyek Peningkatan jalan, yang bernama Ramelan lewat nomer telpon, yang di berikan oleh nara sumber kami, pihak ketua Pokja ini tidak sama sekali mengangkat telpon dan membalas pesan yang kami, kirimkan melalui WA pribadinya.

Sementara untuk Kadis PU, Sholeh saat di klarifikasi lewat telepon seluler terkait masalah proyek ini, mengatakan ” proyek yang terletak terletak di Crakin-Ngulong Kulon Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek ini sepenuhnya ada di ULP dan sampai sekarang masih belum di deligasikan ke dinas PU”.

Laporan laporan yang selama ini di lakukan oleh masyarakat setempat yang ditujukan kepada kepala daerah Trenggalek tidak ada respon, sehingga masyarakat semakin curiga terhadap masalah korupsi yang ada di lingkungan yang dia pimpin. (thur)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE