Proyek Rabat Beton Anggaran DD 2017 Desa Leprak “Amburadul”

0
89

Bondowoso, Sigap88 – Sungguh miris mana kala program Dana Desa (DD) yang sejatinya untuk pemerataan pembangunan desa terutama dibidang infrastruktur jalan desa baik rabat beton, jalan lapen dan infrastruktus penunjang lainnya demi kemakmuran masyarakat desa ternyata di tingkat pelaksanaannya hanya sekedar asal garap bahkan diduga tidak sesuai spesifikasi tehnik maupun barang.

Yang lebih parah lagi di tingkat pelaksanaan Proyek tidak disertakan papan informasi publik sebagai alat pengumuman terhadap masyarakat agar masyarakat mengetahui berapa besar anggarannya dan anggaran yg digunakan dari dana apa?

Hal ini penting karena menyangkut pertanggung jawaban pengelolaan anggaran yang sejatinya diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat serta kemakmuran masyarakat, bukan malah sebaliknya yang hanya untuk memperkaya diri sendiri.

Seperti halnya pembangunan proyek jalan ( Rabat Beton ) yang terfokus di dua titik dusun yaitu Dusun mennoran RT 17 dan Dusun tlaga RT 18 desa Leprak kecamatan Klabang kabupaten Bondowoso, yang berdasarkan salah satu tokoh masyarakat yang menyampaikan kepada wartawan SIGAP88.

”Anggarannya berkisar lebih kurang 600 jt lebih yang di ambilkan dari Dana Desa Tahun 2017.” kepada awak media sigap88 saat melakukan investigasi pada tanggal 12 des 2017.

Dari hasil investigasi tahap kedua wartawan media ini bersama tim investigasi menemukan beberapa hasil pelaksanaan proyek jalan rabat beton di dusun Mennoran sudah mulai rusak dan hancur bahkan sudah banyak yg pecah pecah serta mengelupas. Padahal menurut masyarakat setempat baru berumur dua bulan.

Dari temuan tim investigasi yang berhasil kami himpun dan patut untuk di sorot adalah

“Ketebalan berkisar kurang lebih 12 cm, lebar 255 cm, yg seharusnya kurang lebih lebarnya 275 cm. Dan panjang volume adalah 250 meter, dar yang seharusnya lebih kurang 750 meter”.

Ini khusus untuk yang dusun mennoran RT 17. Melihat kondisi fisik yg baru berumur dua bulan patut untuk di sorot karena ada dugaan “mark up” di tingkat pelaksanaan proyek jalan ( rabat beton ).

Sedangkan ditempat terpisah salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya menyebutkan

“Kami kecewa karena proyek jalan ini tidak sesuai dengan harapan kami dan janji Kepala desa sendiri kepada warga disini”, imbuhnya.

Lantas bagaimana pihak inspektorat serta pengawasan dari pihak dinas dinas terkait?

Akankah Dana Desa yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat akan dibiarkan menjadi bahan bancaan,,,?

Sampai berita ini naik pihak kepala desa belum berhasil di konfirmasi. Bersambung ( mz/ hmd).

Komentar
Content Protection by DMCA.com