Proyek Pasar Wisata Tidak Sesuai Bestek

0
828

Malang Raya,Sigap88-Rest Area Kota Wisata kota Batu yang berada di desa Sidomulyo kecamatan Batu yang peruntukannya sebagai tempat peristirahatan bagi pelancong yang ingin menikmati wisata kini kondisinya rusak parah dan tidak terawat.

Anggaran yang dibangun tahun 2015 atas kerjasama kementerian Perdagangan dengan Pemkot Batu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui bidang sarana perdagangan tahun 2015 dan sempat terhenti 1 tahun dan dianggarkan lagi tahun 2017 dengan anggaran yang fantastis senilai Pagu 1.650 Milyar dan di Tanderkan senilai 1,453.6400.000 Milyar dan di menangkan oleh PT Waringin yang beralamatkan di Kepanjen jalan Panji 33 Kepanjen Malang.

Alex GNPK -RI merasa kecewa berat dengan pembangunan rest area yang dikerjakan kontraktor (pemenang Tander yang diduga menyalahi bestek hingga pekerjaannya amburadul dengan mengajak beberapa wartawan online untuk memberikan info lewat media masing masing agar pemerintah bisa menegur kontraktor yang mengerjakan proyek fisik.

“Saya memang mengajak rekan rekan dari media online untuk meliput soal permasalahan terkait rest area ini mas,coba lihat plafonnya jebol mas itu membuktikan tidak sesuai bestek dengan anggaran yang sekarang sekitar 1,4M yang baru saja selesai di bulan Oktober dengan anggaran APBD.”terangnya saat berada di lokasi hari ini (14/11).

Runtuhan plafon dari atap yang diduga tak sesuai bestek

Alex Juga menambahkan” disitu ada anggaran double karena ada anggaran di tahun 2015 dengan anggaran DAK Lewat kementrian perdagangan dan satunya lewat di koperindag kota batu senilai 1.450 M kesalahan yang dilakukan baik dinas terkait karena lemahnya dalam pengawasan hingga kontraktor pemenang Tander mengerjakan asal asalan,selain plafon yang jebol bentuk keterbukaan informasi publik papan bor proyek yang peruntukannya sebagai sarana sumber informasi tidak terpasang hal itu bisa menimbulkan stigma negatif bagi masyarakat.”ucapnya.

Jika dinas terkait tidak segera menindak lanjuti permasalahan tersebut bukan tidak mungkin akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum,”tegas pria berbadan tambun yang akrabnya di panggil Alex hingga berita ini diterbitkan pihak dinas belum di konfirmasi (Rud) Bersambung

Komentar
Content Protection by DMCA.com