Polsek Tulangan Amankan Pelaku Asusila Siswi SMP

0
90
Pelaku saat di Mapolsek Tulangan,Sidoarjo

Sidoarjo – Pemuda pengangguran berinisial EW(19) warga Tulangan,Sidoarjo, dijebloskan ke dalam tahan Mapolsek Tulangan Rabu (15/11/2017). EW diduga kuat telah meniduri Mawar(14) siswi SMP di Tulangan hingga tiga kali.

Terbongkarnya kasus asusila terhadap gadis dibawah umur itu berawal, pelaku dan korban berkenalan melalui komunikasi sosial WhatsApp. Dalam perkenalan itu, dari hari ke hari keduanya semakin akrab dan kedua membuat janji untuk bertemu.

Tepatnya 4 Novemver 2017, EW mengajak Mawar keluar untuk membeli kopi di kawasan Desa Kemantren, Tulangan. EW malam itu langsung menjemput korban dirumahnya.

Setelah mereka berdua bertemu, korban diajak keliling Tanggulangin. Malam itu korban diajak mampir ke rumah pelaku. Disitulah pelaku menjalankan aksi bejatnya.

Dikamar pelaku itulah pelaku membujuk rayu korban dan dijanjikan akan dinikahi. Mawar pun pasrah, dan merelakan kegadisannya direnggut oleh pemuda asal Desa Kedondong RT 12 RW 01 Kec.Tulang tersebut

Keesokan harinya, Minggu (5 November 2017) sekitar pukul 10.00 WIB, korban dipulangkan oleh pelaku. Namun tidak dipulangkan kerumahnya melainkan di turunkan dipetuangan Desa Grogol Kec. Tulangan.

Sesampai di rumahnya, korban terlihat murung hingga mengundang kecurigaan orang tua korban. Setelah ditanya ada permasalahan apa, korban berterus terang mengaku habis ditiduri oleh pelaku.

Sontak, orang tua korban tak terima lansung melaporkan kasus itu ke Polsek Tulangan. “Orang tua korban tak terima perbuatan pelaku dan melapor ke Polsek Tulangan,” kata Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri Rabu (15/11/2017).

Usai laporan masuk, lanjut Nadzir, petugas reskrim lansung menyelidiki keberadaan pelaku. Namun pelaku tidak ada di rumah dan melarikan diri ke rumah saudaranya di Pasuruan.

“Setelah 10 hari melakukan pencarian, pelaku asusila itu berhasil kami amankan. Pelaku kami tangkap di kawasan Jembatan Tol Karang Tanjung Tulangan,” tegasnya.

Didepan penyidik, pelaku mengakui perbuatan yang dilakukan terhadap Mawar. Malam itu korban ditiduri sampai tiga kali dalam waktu semalam. “Dia saya tiduri tiga kali dalam semalam,” aku pemuda bertato itu yang melanggar Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak itu.(Don/Bib)

Komentar
Content Protection by DMCA.com