Polresta Pasuruan, Limpahkan Kasus Korupsi DD Desa Legowok Pohjentrek ke Kejaksaan

301

Pasuruan, Sigap88 – Unit III Tipidkor Satreskrim Polres Pasuruan Kota, telah menyerahkan tahap ll melimpahkan atas kasus korupsi penggunaan dana desa (DD) 2017 desa Legowok kecamatan Pohjentrek kabupaten Pasuruan, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Pelimpahan atas kasus yang membelit Chayatul Maki, bendahara desa Legowok, pada 2017 lalu, ke Kejaksaan Negeri, berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor : LP.A/19/VIII/Red.3.3/2019/Jatim/Res Pas Kota, tanggal 12 Agustus 2019 dan Surat Pengiriman TSK dan BB nomor : B/22.a/VI/Res.3.3./2020/satreskrim, tanggal 23 Juni 2020 beserta kelengkapannya. yang sebelumnya sudah dilakukan pelimpahan tahap 1 pada tanggal 24 Februari 2020 sebagaimana surat pengiriman berkas perkara nomor : B/22/II/Res.3.3./2020/satreskrim.

Tersangka a/n Chayatul Maki, (40) tahun, Warga Dusun Logowok RT. 04 / RW. 01 Desa Logowok, Kecmatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, merupakan bendahara Desa Logowok Kec Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, pada Tahun 2017 lalu,

Dalam penggunaan ADD dan DD Tahun 2017 lalu, Kades tidak transparan dan dana desa (DD) dibawa dan dikuasai sendiri oleh Kades untuk melakukan pembelanjaan barang sendiri, baik untuk operasional kantor dan untuk kegiatan pembangunan fisik di desa Legowok.

Ditengah jalan, diketahui dalam pembelanjaan tersebut adanya pembelian barang yang fiktif serta melakukan mark up pada harga barang, serta tidak memberikan honor kepada beberapa penerima honor sebagaimana dalam LPJ sehingga adanya dana SILPA yang telah diambil oleh Kepala Desa tanpa dilengkapi dengan laporan pertanggung jawaban.

“Dengan adanya pembelian barang fiktif, markup harga dan adanya pembelian barang tanpa dilengkapi nota serta pengambilan dana SILPA oleh kepala desa, sehingga dalam pembuatan LPJ, bendahara memalsukan semua nota pembelian dan memalsukan tanda tangan toko dan juga tanda tangan para penerima honor dalam LPJ agar LPJ selesai dan sesuai dengan pengeluaran dana,” Kata Kabaghums Polres Pasuruan Kota, AKP Endik Purwanto, SH.

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Kerugian Negara, pada tanggal 15 November 2019 yang dibuat oleh Tim audit Inspektorat Kabupaten Pasuruan, didapatkan kerugian keuangan negara / daerah sebesar Rp 340.178.154, 13. (tiga ratus empat puluh juta seratus tujuh puluh delapan ribu seratus lima puluh empat rupiah tiga belas sen).

“Bahwa, untuk berkas perkara dimaksud, dinyatakan P21 (lengkap) sebagaimana surat pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama CHAYATUL MAKI sudah lengkap nomo: B-316/M.5.41/Ft.1/05/2020 tanggal 14 Mei 2020,” Tandas AKP Endi.

Tersangka CHAYATUL MAKI, dilakukan penahanan selama 20 hari, dimulai dari tgl 23 Juni 2020 s/d 12 Juli 2020 dan dititipkan ke rutan Polres Pasuruan Kota, sebagaimana surat perintah penahanan dari Kejaksaan Negeri Kab. Pasuruan nomor : print-03/M.5.41/Ft.1/VI/2020 tgl 23 Juni 2020. (Tim)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE