Polisi Buru Jaringan Pelaku Pengemboman di Surabaya

0
1891

Surabaya, SIGAP88 – Petugas Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) terus mengejar para jaringan pelaku pengeboman di Surabaya.

Saat ini, polisi sedang memburu seorang guru ngaji bernama Abu Bakar. Abu Bakar merupakan guru dari Dita Supriyanto pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuno Surabaya pada hari Minggu yang lalu.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH menjelaskan, selain guru Dita Supriyanto, Abu Bakar juga merupakan guru dari Anton Ferdiantono, pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo, Minggu malam.

Kedua orang tersebut sering mengaji bersama Abu Bakar, tepatnya di wilayah Kecamatan Rungkut Surabaya” kata Kapolda Jatim kepada awak media Rabu (16 Mei 2018).

Pada saat pengajian tersebut Abu Bakar sering memutar film-film tentang aksi bom teroris,” jelas Kapolda.

Dita Supriyanto adalah bapak dari keluarga yang melakukan peledakkan ditiga gereja di wilayah Surabaya, Minggu (13 Mei 2018) lalu.

Selain Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuno, 2 gereja yang diledakkan adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Surabaya.

Lima anggota keluarga Dita tewas dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Mereka adalah Puji Kuswati isterinya, 2 anak perempuannya yaitu Fadilah Sari (12) dan Pamela Riskika (9), dan 2 putra Dita yang bernama Yusuf Fadil berusia (18) dan Firman Halim (16).

Sementara Anton Febrianto adalah pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman Sidoarjo. Dalam ledakan itu, Puspitasari, isterinya, dan anak pertamanya Hilta Aulia Rahman, tewas ditempat kejadian.(Han/Bib/rus)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE