Polda Jatim Bongkar Kejahatan Aborsi

0
3320

Lakukan Praktik Ilegal Selama 2 Tahun

Surabaya | SIGAP88 – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Unit III Subdit V Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil membongkar praktik kejahatan aborsi yang telah beroperasi selama 2 tahun

Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterimanya pada Maret lalu. Saat itu, polisi menerima informasi adanya seseorang yang menawarkan praktik aborsi.

“Awalnya, Subdit 4 Ditreskrimsus menerima info adanya praktik aborsi di Sidoarjo,” saat realease di Mapolda Jatim, Selasa (25/6).

Ditambahkan Arman, pihaknya berhasil menangkap tujuh orang yang diduga melakukan aborsi tersebut

Mereka adalah LWP (28) perempuan, TS (30) perempuan, MSA (32) laki-laki, RMS (26) perempuan, MB (34) laki-laki, VN (26) perempuan dan FTA (32) perempuan.

Dari ketujuh tersangka tersebut, lima di antaranya warga Surabaya, satu warga Sidoarjo dan satu lagi warga Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan hingga pada 8 April, petugas melakukan penggeledahan di kamar 1120 Hotel Great Diponegoro alamat Jalan Raya Diponegoro No 215 Surabaya.

“Dalam penggeledahan tersebut kami mengamankan LWP (tenaga medis) yang melakukan praktik aborsi tanpa izin,” katanya saat realease di Mapolda Jatim, Selasa (25/6)

Masih tutur Arman, dalam melaksanakan praktik aborsi tersebut, LWP dibantu oleh tersangka MB selaku suplier obat, tersangka VN selaku suplier obat, tersangka FTA selaku suplier obat, tersangka MSA selaku penyuplai dana, tersangka RMS selaku pembantu pelaksanaan aborsi.

Sedangkan tersangka TS dan 11 wanita Iainnya selaku penggugur kandungan. Sarana yang digunakan oleh tersangka LWP untuk melakukan aborsi yaitu Chromalux Musoprostol tablet 200 Mcg, Cytotec Misoprostol tablet 200 ug, dan lnvitec Misoprostol tablet 200 Mcg.

“Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” Pungkasnya

Arman menandaskan, terkait dengan kasus ini, para tersangka dijerat pasal berlapis. Mulai dari Pasal 83 dan Pasal 64 UU no 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, Pasal 194 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan hingga Pasal 55 ayat 1 KUHP, pasal 56 KUHP, pasal 346 KUHP(don/conk)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE