Polda Jatim ‘Bersih-Bersih’ Jelang Asian Games 2018

0
4884

Tiga Bulan, Ribuan Pelaku Kejahatan Ditangkap

Surabaya, SIGAP88 – Menjelang digelarnya Asian Games 2018 Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melakukan ‘bersih-bersih’ di wilayah hukumnya.

Sedikitnya 3.541 pelaku kejahatan berhasil ditangkap dalam kurun waktu tiga bulan

Selama tiga bulan sejak bulan Mei hingga bulan Juli, Polda Jatim berhasil mengungkap beberapa kasus diantaranya kasus premanisme terdiri dari 5.723 kasus dengan rincian 673 dilakukan proses penanganan hukum dan 5.086 dilakukan pembinaan.

Untuk kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor) sebanyak 1.338 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 3.541.

Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH MH, Selasa (31 Juli 2018) dalam konferensi persnya mengatakan “Ribuan tersangka ini dari berbagai kejahatan yang berhasil diungkap oleh jajaran Polda Jatim” katanya

Machfud menambahkan, “Ini perintah pimpinan dari Mabes Polri (Kapolri) untuk melakukan pengamanan dan pencegahan terhadap pelaku kejahatan demi terciptanya kenyaman jelang Asian Games 2018” imbuhnya

Dia menjelaskan, meskipun Jawa Timur bukan merupakan tuan rumah untuk pesta olah raga Asian Games 2018, namun keamanan harus tetap terjaga demi suksesnya Asian Games 2018 mendatang.

“Jauh sebelumnya harus kita harus kita buktikan bahwa Indonesia aman. Walaupun kita tidak menjadi tuan rumah, kita wajib mengamankan wilayah Jawa Timur dari pelaku kejahatan-kejahatan yang lain, termasuk melakukan pemantauan terhadap aksi terorisme” tegasnya

Orang nomor nomor satu di Polda Jatim ini menjelaskan, ada beberapa kasus yang meresahkan masyarakat yang sering beraksi di wilayah Tuban, Gresik, Bojonegoro. “Kejahatan tersebut cukup terorganisir dan memiliki nama kelompok Sakram (Sakaratul Maut)” ujarnya

Machfud menjelaskan “Sakram ini sangat meresahkan. Kelompok ini spesialis kasus curat dan curas yang mempunyai 1 kelompok berjumlah 4 orang dengan 30 TKP” jelasnya

Pria dengan bintang dua dipundak ini menegaskan kepada anggotanya jika para pelaku 3C ini membahayakan keselamatan para anggota atau masyarakat harus diambil tindakan tegas.

Kalau memang mereka (pelaku kejahatan-red) membahayakan keselamatan para anggota atau membahayakan masyarakat sikat saja. “Buat apa latihan nembak tapi nggak dicurahkan. Biar nggak meresahkan masyarakat kedepannya,” tegas Kapolda Jatim ini(Bib/Don)

Komentar
Content Protection by DMCA.com