Pihak Yayasan Dan Pengelola Klinik Kusuma Bhakti Dilaporkan Ke Polisi

0
239

Bondowoso, SIGAP88 – Tepatnya hari jum’at tgl 10 Nov 2017 pihak yayasan dan pengelola klinik kusuma bhakti bondowoso yang beralamat di jln dr. Sutomo no. 02, resmi dilaporkan ke pihak penegak hukum oleh Hastono dan LSM IGW bondowoso, yang mewakili para pekerja medis dan non medis kusuma bakti.

Dari ke 31 karyawan Klinik Kusuma Bhakti yang sampai pada detik ini, nasib serta gaji dan jasa pelayanan ( Japel ) tidak kunjung mendapatkan kepastian dari pihak yayasan dan pengelola klinik kusuma bakti.

Karena sudah lama ditelantarkan dan hingga kini nasibnya semakin tidak jelas. Bahkan pihak yayasan dan pengelola di sinyalir ada indikasi “KESENGAJAAN” untuk menterbengkalaikan para pekerja medis dan non medis klinik kusuma bakti.

Dari beberapa tuntutan yang seharusnya pihak pengelola yayasan Klinik Kusuma Bakti bondowoso  bertanggung jawab.

Menurut Hastono  kepada media SIGAP88 mengatakan “Dengan modal yang sekecil-kecilnya harus menghasilkan untung yang sebesar besarnya hal itu merupakan suatu prinsip yang sangat tepat.

Tapi untuk mencapai semua itu, tidaklah harus menghalalkan segala cara dan mengorbankan kepentingan serta hak hak para karyawannya” imbuhnya.

Ditambahkannya lagi “Sejak dulu pihak yayasan klinik Kusuma Bhakti yang dengan sengaja memanfaatkan keluguan karyawannya”.

Ketika ingin hak-hak kami di penuhi, tapi di sisi lain kami dan kawan – kawan takut dengan berbagai macam ancaman. Mulai ancaman pemecatan sampai gaji tak sesuai, walaupun tuntutan kami itu sebenarnya tidaklah menyimpang dari Undang Undang Ketenagakerjaan” imbuhnya.

Ditempat terpisah Ketua IGW Bondowoso ( Johan OB ) yang mendampingi pihak para pekerja medis kusuma bhakti menyebutkan.

“Terkait dengan gaji yang tidak terbayar mulai periode dr. Satoto Juni s/d Agustus 2016 sampai pada kepemimpinan dr. Wahono september – November 2017, tidak hanya itu jasa pelayanan ( japel ) juga tidak di bayar”, imbuhnya.

Pihak korban ( paramedis) Kusuma Bakti hanya bisa mengusap dada seraya berucap “Mudah mudahan ada yang peduli dengan nasib kami kami yang selama ini terzholimi oleh pihak Yayasan dan pengelola Rumkit Kusuma Bakti.

Mengenai pelaporan yang ditujukan ke pihak Polres, Polda, Mabes Polri, Disnaker, Bupati, Gubernur, Menteri ketenaga Kerjaan serta Menteri Kesehatan RI dan Presiden RI Joko Widodo.

Bahkan tidak luput pula DPRD Bondowoso dan DPR RI Komisi IX, ungkapnya.

“Yang sangat kami sayangkan adalah, dari dulu semua instansi terkait seolah-olah tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu. Kendati demikian, lalu apa yang terjadi dengan mereka  Itulah yang menjadi tanda tanya besar bagi kami atau bagi siapapun yang merasa peduli akan nasib saudara-saudara kita yang bekerja di yayasan Kusuma Bhakti silahkan tindaklanjuti kepada kepolisian Polres Bondowoso.(Adi/Z).

Komentar
Content Protection by DMCA.com