Peringati HUT Kota Pasuruan ke-335, Pospera Bersih – Bersih Makam

53

Pasuruan, Sigap88 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke 335, DPC Pospera Kota Pasuruan, melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos) dengan bersih – bersih makam, Minggu (21/2/21).

Kegiatan bersih – bersih makam ini salah satu dari sejumlah serangkaian kegiatan Pospera, di HUT Kota Pasuruan yang ke-335, bertempat di makam Mbah Sarkowi, berlokasi di kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan.

Seluruh pengurus beserta anggota DPC Pospera Kota Pasuruan, diterjunkan untuk membersihkan rumput liar serta semak di area lokasi makam Mbah Sarkowi.

Turut hadir dilokasi, Dinas Perkim, UPT permakaman Wisnu, beserta rombongan tim saber makam, Dispora yang di wakili Yohanes, Ketua RT dan RW setempat serta KNPI kota Pasuruan, yang di wakili oleh Bagus Indra.

“Momen HUT Kota Pasuruan, kamj ingin agar supaya tempat makam terlihat bersih dan tidak terlihat angker, sehingga warga yang berziarah, bisa nyaman,” Ungkap Son Haji, S.o.S Koordinator DPC Pospera Kota Pasuruan.

Selain bersihkan tempat pemakaman umum (TPU), Pospera juga membersihkan makam dan mengecat tembok serta tawasul ke Makam Kiyai Sarkowi dan Kiyai As’syari Slaku.

“Selain untuk mengenang jasa para pahlawan di momen HUT, ini juga sebagai wujud bahwa kami (Pospera) merasa memiliki serta peduli terhadap kota Pasuruan,” Terang Bung Jibon.

Sementara, Wakil Ketua DPD Pospera Jawa Timur Amin Suprayitno, mengatakan bahwa, kegiatan yang dilakukan Pospera ini sebagai bentuk kritikan pedas terhadap pemerintah, yang tidak turut memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke- 335m

“Hari Jadi Kota Pasuruan ini sangat sakral dan harus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para leluhur dan pejuang kita terdahulu. dan harus dilaksanakan,” Cetus Pria yang juga Dewan Penasehat DPC Pospera Kota Pasuruan itu.

Menurut Amin, sapaan akrabnya, setidaknya, Pemerintah memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan, walaupun hanya sekedar peringatan sebuah penghormatan atas pencapaian para pejuang Kota Pasuruan terdahulu.

“Saya sangat prihatin dengan tidak adanya peringatan di HUT Kota Pasuruan oleh pemerintah. saya faham ini masih pandemi, tapi sejauh kegiatan itu tidak melanggar serta komitmen dalam penegakan ptotokoler kesehatan, kenapa harus ditiadakan,” Ujarnya.

Sekali lagi, lanjut Amun, ini agar menjadi evaluasi dalam kepemimpinan mendatang, Gus Ipul – Mas Adi, agar lebih memprioritaskan apa yang lebih dibutuhkan masyarakat, khususnya di momen Hari Jadi Kota Pasuruan. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE