Peras Kontraktor, Oknum LSM Diringkus Satreskrim Polres Sampang

62

Sampang | Sigap88 – Dua orang oknum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) harus berurusan dengan pihak berwajib dikarenakan
terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Keduanya berhasil di amankan oleh anggota Satreskrim Polres Sampang di cafe Ken Karo di Jalan Makboel dengan barang bukti uang sebesar Rp 19,4 juta.

“Kedua tersangka yang merupakan oknum LSM tersebut bernama inisial R(42) warga Desa Aeng Sareh, Kota Sampang, yang merupakan anggota LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) dan A (38) warga Jalan Pahlawan, Sampang sebagai anggota LSM Komonitas Pengawas Korupsi (KPK) RI,” kata Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz. Selasa (23/2/2021).

Penangkapan tersebut kata Kapolres Hafidz atas dasar laporan dari korban Asbi (32) warga desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten setempat yang merupakan pelaksana proyek dana Hibah.

Dari keterangan korban (Asbi red) dirinya pada tanggal 13 Februari 2021 didatangi oleh tersangka menyangkut pekerjaan proyek Hibah tahun 2019.

“Saat itu korban mencoba komunikasi dengan tersangka agar proyek yang ditangani tersebut jangan di perpanjang,” urainya.

Namun pihak tersangka R dan A bersikukuh untuk melanjutkan permasalahan tersebut kepada pihak berwajib. “Saat itu tersangka sempat menyebut nominal Rp 100 juta agar kasus tersebut tidak dilanjutkan akan tetapi korban tidak mempunyai uang sebanyak itu,” jelasnya.

Saat itu terjadi kesepakatan untuk mengadakan pertemuan di cafe Ken Karo di jalan Makboel dan dikarenakan korban merasa di peras maka dirinya menginformasikan kepada pihak kepolisian.

“Saat pertemuan di Cafe Ken Karo ada kesepakatan bahwa korban bersedia memberi uang Rp 40 juta namun saat itu masih ada uang tunai Rp 19,4 juta dan sisanya akan di bayarkan besok,” papar Kapolres menirukan penuturan korban.

Dan pada saat tersangka R menerima uang tunai sebesar Rp 19,4 petugas dari Reskrim Polres Sampang langsung mengadakan penangkapan dan tersangka tidak berkutik dengan bukti yang ada.

“Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 19,4 juta, kartu LSM milik tersangka R dan A, dua buah HP. “Atas perbuatannya kedua oknum LSM tersebut akan di jerat dengan Pasal 368 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (Ks)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE