Peran OJK Dalam Perlindungan Konsumen Di Sektor Perbankan

3827

Malang, Sigap88-Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diadakan di hotel savana oleh Aspirasi Masyarakat Malang Raya (ASMARA) yang dipimpin oleh bapak Drs.Wahyu Widayat SH. 9/12.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga Negara hanya dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya.

Secara lebih lengkap, OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 21 tersebut.

Sementara tugas pengawasan industri keuangan non-bank dan pasar modal secara resmi beralih dari Kementerian Keuangan dan Bapepam-LK ke OJK pada 31 Desember 2012. Sedangkan pengawasan di sektor perbankan beralih ke OJK pada 31 Desember 2013 dan Lembaga Keuangan Mikro pada 2015.

Hadir dalam acara” bapak Andreas Edy S. SH. Anggota Komisi XI DPR RI dari PDI Perjuangan. Bapak Hari Tangguh” Derektur Humas Otoritas Jasa Keuangan dan Bapak Widodo Kepala OJK Kota Malang.

Acara yang di hadiri dari berbagai macam elemen masyarakat yang berjumlah 150 undangan ini, juga hadir beberapa angota masyarakat binaan bapak Andreas Edy S.SH.

Dalam sambutannya Bapak Hari tangguh mengatakan ” melihat dari kondisi dan permasalah dan keluhan konsumen, terhadap perbankan pada akhir akhir ini, maka OJK berkewajiban melindungi dan mengawasi konsumen agar supaya masyarakat paham betul tetang mikanisme perbangkan.

Hal senada juga disampakan bapak Andreas kepada sigap88.com mengatakan ” Berawal dari keluhan masyarakat yang ada di malang raya terhadap perbankan, seperti koperasi, penggadaian, leasing dan bahkah pada bank bank milik pemerintah sekalipun. Pada akhirnya tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan, akhirnya tidak terjerumus pada investasi bodong, dan jangan sampai konsumen yang dirugikan sepihak oleh beberapa perbangkan. Dengan demikian perlu adanya educatian OJK pada masyarakat secara berkelanjutan, agar masyarakat tahu dan paham betul tentang aturan aturan yang berkaitan dengan perbankan.

Salah satu contoh mengenai Debt Colector yang pada akhir akhir ini sering meresahkan masyarakat. saya berharap kedepannya ada penyelesaian yang baik antara konsumen dan pihak perbangkan yang di mediasi oleh pihak OJK. karena di dalam OJK sendiri ada unit perlindungan konsumen ujarya.

Disamping itu bapak Widodo selaku kutua OJK Kota Malang juga menyampai bahwa konsumen harus paham betul dengan aturan aturan yang ada. Jangan sampai terjadi hal hal yang bisa merugikan konsumen, kalau ada hal hal yang kurang dimengerti tentang aturan itu, silahkan datang ke kantor kami yang terletak di jl.Kawi no.17 kota malang, atau bisa contact ke 1500655 pungkasnya.(thur)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS