Pengusaha Asal Malang Dilaporkan Warga Kemlokolegi

21

NGANJUK, SIGAP88 – Muzaki Muhaimin Azah (40), Warga Dusun Pandanarum, RT. 02, RW. 05, Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk melaporkan rekan bisnisnya BS ke Polres Nganjuk, Jumat (20/11).

Muzaki melaporkan BS pengusaha asal Malang karena dianggap telah merugikan dirinya. Laporannya telah diterima dengan Nomor : TBL-B/68/XI/RES 1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Nganjuk.

Didampingi kuasa hukumnya, Ristika Wahyu Prasetyo S.H, korban melapor ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Nganjuk. Selama proses pemeriksaan korban memberikan keterangan dan membeberkan seluruh bukti-bukti yang dimilikinya sekitar dua jam.

Kejadian itu berawal di awal tahun 2018, dimana BS bersama dengan beberapa rekan bisnis yang lain melakukan pertemuan dengan Muzaki. Saat itu mereka merencanakan akan membuka bisnis tambang galian C di wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Muzaki ditawari BS untuk ikut melakukan investasi di bisnis galian C yang luasnya mencapai 105 hektar. Diiming-iming mendapat keuntungan besar akhirnya korban sepakat untuk investasi. Setelah melalui kesepakatan korban menyetorkan uang senilai Rp. 350 juta dalam dua tahap.

Tanggal 13 Agustus 2018 sebesar Rp. 300 juta, dan sisanya tanggal 1 September 2018 sebesar Rp. 50 juta. Seluruh uang investasi ditransfer ke rekening BS. Namun hingga November tahun 2020, bisnis tersebut tidak terealisasi, lebih parah lagi modal yang telah disetor Muzaki kepada BS tidak segera dikembalikan.

Dijelaskan Ristika Wahyu Prasetyo S.H, korban merasa ditipu dengan kerugian mencapai Rp. 350 juta, hal itu karena rekan bisnis tak kunjung penuhi janjinya, akhirnya korban melaporkan rekannya ke Polres Nganjuk. Sudah beberapa kali modal yang telah disetor kepada BS untuk bisnis tambang galian C ditagih oleh korban. Namun upaya korban tidak membuahkan hasil dan jika ditagih, BS selalu berdalih.

“Berbagai upaya meminta modalnya kembali sudah dilakukan klien kami baik melalui whatsapp. Tetapi hal tersebut ternyata tidak membuat BS segera mengembalikan uang Rp 350 juta kepada klien kami,” beber Ristika.

Ditambahkan Ristika, karena tidak ada itikad baik dari BS untuk segera mengembalikan uang modal Rp. 350 juta yang telah disetor Muzaki, kami meminta Polres Nganjuk untuk memprosesnya secara hukum.

“Kami sudah laporkan dan selanjutnya kami serahkan penanganan kasusnya kepada penyidik Polres Nganjuk. Kami memiliki keyakinan penyidik sangat profesional dan kasus ini dapat ditangani sesuai prosedur berdasarkan fakta hukum yang ada,” tutup Ristika. (pRiez)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE