Penggunaan DD Di Karangpandan “Rawan” Penyelewengan

0
137

Malang,Sigap88-Penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, tampaknya harus mendapat perhatian serius , khususnya Pemerintah Kabupaten Malang.

Dari penelusuran yang dilakukan team, ditemukan beberapa proyek pembangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tetapi pengerjaannya jauh dari harapan dan bahkan tidak ditemukan bangunan apapun dalam proyek yang dilaksanakan.
Salah satu proyek perlu dilakukan pemeriksaan dan kajian ulang adalah Proyek Pembangunan Jalan Usaha Tani di RW 04 yang menggunakan DD tahun 2016. Pada proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp 17.701.00 (Tujuh Belas Juta Tujuh Ratus Satu Rupiah) ini tidak ditemukan sedikitpun bangunan yang dimaksud dalam proyek ini. Yang ada hanya pelebaran tanah tanpa adanya penambanahan material apapun.

Salah satu Panitia Kegiatan yang juga berperan sebagai bendahara proyek, yakni Kasdi, mengatakan bahwa dirinya dan beberapa pekerja proyek hanya melebarkan jalan tani hingga selebar 4 meter sepanjang kurang lebih tanpa ada pengecoran maupun sebatas pemasangan batu makadam.

“Saya dan para pekerja hanya melebarkan jalan dengan cara membersihkan atau mengeruk batas tanah sehingga sekarang lebar jalan itu mencapai 4 meter, tanpa ada kegiatan tambahan seperti pengecoran maupun memasang batu.” Jelas Kasdi

Lebih lanjut saat ditanya tentang dana yang digunakan dalam proyek pelebaran tanah itu, Kasdi mengatakan bahwa dana yang dibutuhkan dalam pelebaran tanah itu hanya sebesar 5 Juta.
“Dana yang ada dalam pelebaran jalan ini hanya mendapat jatah 5 juta saja, karena sesuai dengan arahan Ketua Panitia bahwa dana sebesar Rp 17.701.000 itu dibagi untuk 3 titik pembangunan.” Terang Kasdi

Untuk pembangunan jalan ini hanya dapat jatah 5 juta, kemudian sisanya digunakan untuk membangun plensengan (sluran air) yang kebetulan berada dekat rumah Ketua Panitia dan juga Pos Yandu.” Sambungnya

Kasdi menyayangkan jika proyek itu hanyalah berupa pelebaran jalan, karena fungsinya masih tidak berubah dari semula dan tidak memberikan dampak apapun bagi petani yang menggunakan jalan tersebut.

Jika melihat nama proyek Pembangunan Jalan Tani, jelas peruntukkan sisanya adalah tidak sesuai dan menyalahi peraturan yang ada karena sudah keluar dari fungsi dan tujuannya. . Bahkan tidak menutup kemungkinan jika sisa dana yang ada tidak digunakan untuk membangun.

Entah bagaimana proyek ini bisa lolos dari pemeriksaan pemerintah dalam memverifikasi pengerjaan proyek yang menggunakan dana pemerintah. Sudah bukan rahasia lagi ketika segala pembangunan yang menggunakan dana pemerintah pasti harus melalui pemeriksaan dari tim verifikasi yang ada, belum lagi pemeriksaan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Malang. Mungkin pihak terkait bisa turun dan kembali melakukan pemeriksaan terkait proyek ini, karena bukan tidak mungkin jika proyek-proyek lainnya di desa Karangpandan juga mengalami hal yang sama,jenis kegiatan hanya dijadikan alat menguntungkan beberapa pihak saja.

Jika menilik pada ketentuan yang ada, Dana Desa (DD) bisa disalurkan ketika laporan penggunaan DD pada tahun sebelumnya yang diterima oleh pemerintah sudah memenuhi persyaratan dan sesuai peruntukannya, tetapi anehnya di Desa Karangpandan ini DD selalu turun meskipun banyak proyek yang tidak jelas .

Masih ada beberapa proyek yang sedang di dalami oleh tim guna mengungkap proyek-proyek “siluman” lainnya yang ada di desa Karangpandan ini. (bersambung)
Fina

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE