Pengelolaan Asta Blingi Di Pulau Sapudi Kini Menuai Konflik

0
0

Sumenep SIGAP88- Pemerintah kabupaten Sumenep, Jawa timur lagi gencarnya mempromosikan Visit Sumenep 2018 dengan mengembangkan dan memperkenalkan obyek wisata alam dan wisata religi yang ada di kabupaten Sumenep.

Seperti tempat wisata religi yang ada di kepulauan Sapudi tepatnya di desa Gendang timur kecamatan Gayam kabupaten Sumenep, Madura yang mempunyai tempat religi yang di sebut Asta Wirokromo dan banyak di kenal oleh masyarakat Asta Blingi.

Asta Blingi diyakini oleh masyarakat kepulauan Sapudi merupakan sesepuh kepulauan Sapudi dan penyebar Agama Islam pertama di kepulauan tersebut.

Sehingga masyarakat kepulauan Sapudi bahkan dari luar pulau Sapudi berdatangan untuk Ziaroh ke pesarean Asta Blingi bahkan setiap malam Jum’at dan malam Selasa ratusan peziaroh sampai menginap di Asta Blingi.

Namun baru baru ini setelah meninggalnya ahli waris yang mengelola di Asta Blingi ada suatu keinginan masyarakat sekitar Asta Bllingi untuk mengangkat nama leluhur Sapudi melalui pembentukan yayasan yangg berada di sekitar Asta.

Namun hal tersebut menuai halangan keras dari pihak ahli waris. alasan mereka beragam mulai dari pembenahan, kelayakan, bahkan pembendaharaan hendaknya satu pintu dan dengan adanya yayasan maka semua akan dapat berjalan dan transparan.

sehingga dengan adanya Asta yang berada saat ini dapat memberikan daya guna dan hasil guna bagi masyarakat sekitar, karena Asta Blingi merupakan salah satu dari sekian banyak cagar budaya yang ada di Madura khususnya di kabupaten Sumenep.

Sehingga masyarakat sekitar Asta Blingi (desa Gendang timur) dan ahli waris bersama Muspika kecamatan Gayam melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Disparbudpora pada hari Sabtu (21/04) yang lalu, dengan hasil yang di setujui adalah tidak keberatan dengan akan didirikan yayasan di sekitar Asta Blingi.

Namun setelah mengadakan pertemuan antara masyarakat dengan ahli waris yang di fasilitasi oleh Forpimka kecamatan Gayam di gedung rapat PKK kecamatan Gayam pada hari Senin (23/04) ahli waris menolak tentang susunan kepengurusan yayasan.

Sehingga Camat Gayam Kusyadi, S.Sos, Kp, M.Si memutuskan permasalahan ini akan diserahkan kepada Bupati Sumenep dan Kadis Disparbudpora Sumenep agar ditindak lanjuti.

Pada hari Kamis (10/05) sekira pukul 15.33 masyarakat sekitar Asta Blingi melakukan Ziaroh dan salah seorang peserta Ziaroh membuka kotak amal yang di saksikan para jema’ah dan menambai dana kedalam kotak tersebut untuk di belikan semen.

“Ini saya buka kotak amal ini didepan para jema’ah dan akan saya tambah dana ini untuk di belikan semen guna pembangunan Asta”, jelasnya.

Namun hal tersebut menjadikan ketersinggungan kepada ahli waris dan permasalahan tersebut akan di tindak lanjuti dengan pelaporan kepada Polsek Sapudi.

Aktivis senior kepulauan Sapudi (Fero) menyampaikan terkait dengan polemik tentang pengelolaan di Asta blingi hendaknya pemerintah kabupaten Sumenep harus bertindak cepat agar situasi ini tidak lebih memanas lagi.

“Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Disparbudpora harus bertindak cepat untuk menyelesaikan konflik antara ahli waris Asta Blingi dengan masyarakat sekitar (desa Gendang timur)”, jelas Fero.

Fero menambahkan, Asta blingi merupakan cagar budaya yang harus di jaga kelestariannya apalagi Asta Blingi merupakan rentetan cagar budaya yang di akui sebagai tokoh dalam perkembangan kerajaan di kabupaten Sumenep, sehingga peran pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE