Penerapan Bahasa Madura di Lembaga Sekolah di Sumenep Masih Belum Final

440

Sumenep | Sigap88 – Bahasa Madura merupakan bahasa Ibu dan harus dilestarikan sehingga sangat diperlukan penerapan di lembaga sekolah agar supaya bahasa lokal Madura tetap menjadi ciri khas lokal orang Madura.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sumenep R. Muhammad Saedi saat di temui oleh tim sigap88.com bahwa ada dua penerapan Bahasa Madura seperti, ejaan balai Bahasa tahun 2002 dan ejaan hasil serasehan tahun 1973.

“Untuk lembaga yang ada di Kabupaten Sumenep baik SD sampai SMP kebanyakan memakai ejaan hasil serasehan tahun 1973,” kata Sekdis Pendidikan Sumenep Saedi. Rabu (05/02/2020)

Menurutnya, pemakaian ejaan hasil serasehan tahun 1973 lebih simpel dan sesuai dengan bahasa sehari hari yang dipakai oleh masyarakat lokal Sumenep.
Sehingga tim penyusunan buku menggunakan ejaan tahun 1973. “Namun hal itu belum pakem,” katanya.

“Ini belum final, karena Dinas pendidikan belum mengundang semua pihak yang berkepentingan dalam pemakaian Ejaan Bahasa Madura,” terangnya.

Namun, penerapan Bahasa Madura di semua lembaga yang ada di kabupaten Sumenep ini semua memakai ejaan hasil serasehan tahun 1973. “Bisa di pertanyakan kepada lembaga yang ada di Kabupaten Sumenep ini, yang pastinya memakai ejaan hasil serasehan tahun 1973,” jelasnya.

Secara konkrit kata Sekdis Saedi bahwa, didalam regulasi tersebut tidak ada yang mengatur khusus menggunakan ejaan yang mana. “Regulasi ini tidak ada yang mengatur harus memakai ejaan yang mana namun kita ketahui bahwa Bahasa yang Ada di Madura di empat Kabupaten ini sangat berbeda, sehingga sangat diperlukan kearifan lokal dalam penerapannya,” tuturnya.

Akan tetapi yang menjadi polemik disini apabila ada perbedaan pemakaian ejaan antara tingkat SD dan SMP dengan tingkat SMA nantinya tidak sinkron.

“Apabila penerapan ejaan yang dipakai SD dan SMP Dengan SMA berbeda maka hal itu menjadi polemik, sehingga perlunya tim pembahasan bisa melihat kearifan lokal,” tegasnya.

Sebelumya, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Carto menyampaikan untuk meningkatkan dan lebih melestarikan Bahasa Madura, perlu penerapan mulai sejak Dini (PAUD).

“Penerapan pendidikan Bahasa Madura sejak PAUD sangat baik mengingat anak seusianya sangat peka dalam menangkap pendidikan,” jelasnya.

Bahkan Mantan Kepala DISPARBUDPORA Sumenep ini menegaskan, dengan sistem penerapan Bahasa Madura setiap hari Selasa di setiap sekolah adalah langkah melestarikan Bahasa Madura. “Kami akui teknologi saat ini sangat berpengaruh kepada imajinasi anak, akan tetapi perlunya penerapan Bahasa Ibu di galakkan karena kultur yang dimiliki oleh Madura jangan sampai hilang,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE