Pemkab Sumenep Tingkatkan Desa Sadar Hukum

0
46

Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

Sumenep SIGAP88- Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Sumenep menggelar pembentukan dan pembinaan desa sadar hukum yang ditempatkan dikantor desa Dungkek Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa timur pada hari senin (27/11).

Dalam acara tersebut, di hadiri oleh Kabag hukum Kabupaten Sumenep Drs. H.Moh Kadarisman, M.Si, beserta rombongan.

Dalam kegiatan yang selalu diagendakan oleh bagian hukum Pemkab sumenep ini, Kadarisman mengatakan pihaknya setiap tahun memang mengagendakan agar masyarakat Sumenep selalu dapar pembinaan dan sadar hukum.

“Kami akan melakukan pembinaan dan pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak, karena kami menilai masih banyak pernikahan dibawah umur”. ungkapnya

Peserta sosialisasi sadar hukum yang di gelar di kantor desa Dungkek ini mendapat respon positif dari masyarakat desa Dungkek.

Sebab masyarakat Desa Dungkek nampak antusias dalam mengikuti acara ini

Kadarisman memaparkan, Seberapa jauh di desa melakukan pernikahan usia dini? “kalaupun ada pernikahan usia dini kami memberikan pembinaan sadar hukum dan sosialisasi kepada masyarakat setempat agar masyarakat memahami dan melaksanakan adanya program pendewasaan desa sadar hukum” bebernya

Lanjut Kadarisman, usia pernikahan yang sudah di atur dalam undang undang perkawinan No 174 diamanatkan minimal usia perempuan 16 tahun dan laki laki minimal usia 19 tahun.

“Pemerintah sudah memberikan aturan dan program seperti KB dan program pendewasaan, sehingga pasutri akan benar benar matang dari segi aspek ekonomi, pendidikan dan pendewasaan agar supaya tidak terjadi ketidak harmonisan dalam rumah tangga”, ungkap Kadarisman

Dijelaskannya, Masih banyak kejadian pernikahan dini yang di lakukan oleh masyarakat sehingga akan menimbulkan perceraian dan terjadinya Ibu hamil mati akibat dari belum paham dengan aturan dan kondisi pernikahan yang ideal.

“Menurut data yang ada pernikahan usia dini desa Dungkek dari bulan januari sampai september 2017, sebanyak 95 pasang sehingga sangat perlu adanya sosialisasi mengenai pernikahan yang sesuai dengan aturan pemerintah.” Pungkasnya

Sementara, Bambang Sutrisno, SE. MM selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep memberikan pengarahan kepada masyarakat desa Dungkek tentang bahaya Narkoba.

Menurutnya, Narkoba merupakan barang yang sangat merugikan bagi kita terutama generasi muda yang menjadi sasaran, sehingga sangat perlu memberikan pengertian kepada generasi muda agar jangan sampai terjerat dengan yang namanya Narkoba.

Selain itu Bambang menambahkan dengan adanya sosialisasi sadar hukum di harapkan akan adanya peningkatan kesadaran.

“nantinya akan di ikutkan dalam seleksi desa terbaik dalam sadar hukum tingkat provinsi”, jelasnya. (Min)

Komentar
Content Protection by DMCA.com