Pemberangkatan CJH Pamekasan Menunggu Putusan Pemerintah Arab Saudi

13

Pamekasan | Sigap88 – Pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2021 Pemerintah RI masih menunggu dari keputusan Pemerintah Arab Saudi.

Seperti yang di sampaikan oleh Kasi Haji Hj Innani Mukarromah, SH, MM untuk pemberangkatan CJH pihak kami belum menerima secara tertulis dari Kementerian Agama.

“Sampai saat ini kami belum menerima secara resmi dari Pemerintah RI melalui Kementerian Agama mengenai pemberangkatan CJH, masih menunggu keputusan dari Pemerintah Saudi Arabia,” kata Hj Innani.

Di jelaskan oleh Kasi Haji Hj Innani, bahwa di tahun 2020 ada Keputusan Menteri Agama (KMA) 494 tentang penundaan pemberangkatan CJH di karenakan wabah virus Corona.

Bahkan ditekankan oleh Hj Innani Pemerintah RI masih menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi. “Kami sebagai tamu harus menunggu apa yang menjadi keputusan pihak Pemerintah Arab Saudi,” tegasnya.

Namun, kata nya untuk pemberangkatan Umroh sejak bulan November pemerintah Arab Saudi sudah membuka. “Pemerintah Arab Saudi telah membuka untuk Umroh sudah tiga tahap.

Lanjut Hj Innani, tahap pertama bagi Umruh di peruntukkan kepada warga setempat atau mukimin yang telah mempunyai Iqomah atau KTP.

“Pemerintah Arab Saudi telah membuka Umroh dengan kapasitas sekitar 6000, hal itu untuk uji coba apakah Corona meningkat apa tidak,” tegasnya.

Hj Innani menuturkan bahwa, dari uji coba tersebut tidak berdampak signifikan terhadap Corona, sehingga pemerintah Arab Saudi membuka lagi tahap ke II untuk Negara Indonesia dan Pakistan untuk memberangkatkan Haji Umroh.

“Hasil kajian dan sosialisasi yang di lakukan oleh komisi VIII dan PHU kami berharap agar supaya pemberangkatan Umroh bisa 100% dan berharap pula pemberangkatan CJH bisa terealisasi di tahun 2021,” urainya.

Sementara, jumlah CJH untuk Kabupaten Pamekasan yang rencananya akan diberangkatkan tahun 2021 apabila di buka oleh Pemerintah Arab Saudi sebanyak 1000 CJH.

” Kami masih menunggu regulasi dari pemerintah apakah Pemerintah Arab Saudi membuka atau melakukan sistem Umur, seperti umur 50 tahun kebawah bisa di berangkatkan, karena bagi yang berumur 50 tahun ke atas rentan dengan penyakit,” imbuhnya. (Rob)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE