Pekerjaan TPT Tahun 2017 Amburadul

0
147

Pengguna Jalan terganggu

Sumenep SIGAP88- Intensitas curah hujan tinggi, menyebabkan sejumlah infrastruktur di Sumenep, Jawa Timur, rusak

Dinding beton TPT (Tangkis Penahan Tanah) roboh hingga membuat masyarakat dari sejumlah desa mengeluhkan akses jalan yang sangat becek dan licin akibat dari robohnya TPT yang menghubungkan beberapa desa

Masyarakat desa yang terkena dampak merasa tak nyaman saat melintasi akses jalan yang berada di desa Benaresep barat Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, di antaranya masyarakat desa bilaporah rabba, desa lembung barat, desa benaresep barat sendiri.

Keluhan Masyarakat pengguna jalan tersebut disampaikan masyarakat kepada salah satu Aktivis Senior, Bambang Supratman.

Bambang Supratman, Aktivis Laskar anti korupsi (LAKI) ini menuturkan kepada SIGAP88, bahwa pihaknya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan kinerja kades Benaresep barat.

Pengaduan masyarakat ini beragam, termasuk penggunaan akses jalan penghubung

Bambang Supratman

“Dari beberapa desa menuju desa Moncek tengah, desa Moncek barat, desa bilaporah rabba, bahwa msyarakat pengguna jalan menuju pasar Moncek yang berlokasi di desa Benaresep barat kecamatan Lenteng” bebernya

Masih menurut Bambang bahwa pada tahun 2017 ada pekerjaan TPT, namun beberapa bulan pelaksanaan selesai, TPT roboh sehingga material menimbun ke jalan yang mengakibatkan pengguna jalan baik roda 4 dan roda 2 kesulitan melintas

“Yang menjadikan permasalahan setelah TPT tersebut di perbaiki , sisa tanah masih banyak berserakan sehingga mengakibatkan tanah tersebut memenuhi jalan dan mengakibatkan jalan menjadi becek dan licin.” Tuturnya

Lanjut Bambang, Sehingga para pengguna jalan tersebut harus ekstra hati hati.

Pasalnya menurut Bambang, Tak sekedar becek, “sering kali masyarakat yang melintasi jalan tersebut banyak yang jatuh, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh kepada kami”, tutur Bambang.

Dalam permasalahan ini Bambang mencoba menghubungi kepala desa Benaresep Barat melalui telpon selulernya mengenai pengaduan masyarakat, “nadanya tersambung, namun tidak di angkat bahkan kami mengirim sms tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan” terangnya.

Tak hanya kepala desa Benaresep Barat yang dihubungi, dia juga menjelaskan telah menghubungi H. Achmad Masuni, MM, Msi selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)

Bambang menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan memenuhi keinginan masyakat untuk melaporkan secara tertulis kepada Camat dan DPMD terkait apa yang menjadi keluhan masyarakat dari beberapa desa.

“Dalam proses pelaksanaan program dari perencanaan sampai selesai, ada dana pembersihan sehingga tidak sampai masyarakat menjadi resah dan menjadi korban, tuturnya

Di akhir penyampaianya Bambang berharap tim pengawasan program desa harus profesional jangan asal asalan ketika ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB, harus di lakukan penegoran dan kalau tidak mengindahkan berikan sanksi, jelas Bambang. (Koes)

Komentar
Content Protection by DMCA.com