Pekalongan Jadi Tuan Rumah Muktamar Thoriqoh

0
1464

Panitia Siapkan 2000 Penginapan untuk peserta Muktamar

Pekalongan,Jawa Tengah – Pengurus Idaroh Aliyah, Idaroh Wustho Jawa Tengah, dan Idaroh Syu’biyah Pekalongan mendapatkan kepastian Muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang ke-12 bertempat di Pekalongan.

Muktamar ini akan berlangsung pada tanggal 24-27 Desember 2017 mendatang, informasi yang didapat media ini menyebutkan bahwa muktamar bakal di tempatkan di  Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan.

Koordinator khidmah muktamar Jatman, KH Mirza Hasbullah, mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sedikitnya 2000 rumah tersebar di Kabupaten dan Kota Pekalongan dan Batang.

“Hal ini diperuntukkan menampung para peserta muktamar yang akan dihadiri tidak kurang dari 6.000 utusan, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk santri Maulana AlHabib Muhammad Luthfi bin Yahya.” ungkapnya

Mirza menambahkan, panitia hingga saat ini telah mendata penginapan peserta muktamar yang tersebar di tiga Kabupaten/Kota dan akan ditempatkan di delapan kecamatan, yakni, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, Buaran, Kedungwuni, Wonopringgo, Bojong, Tirto dan Warungasem.

Setiap rumah pemondokan diharapkan menyediakan akomodasi, mobil, sopir plus bbm juga menyediakan konsumsi.

“Sebagai tuan rumah muktamar yang ketiga kalinya ditempatkan di Pekalongan, saya sebagai santrinya Habib Luthfi akan melakukan yang terbaik dalam bentuk khidmah khusnul khotimah agar gelaran hajatan lima tahunan ini berlangsung sukses,” tuturnya.

Mirza menjelaskan, jika dikalkulasi dari sumbangan penginapan peserta saja, minimal santri santri Habib Luthfi yang tinggal di 40 kelurahan di Pekalongan dan sekitarnya jika diuangkan, “sekitar Rp 9 milyar untuk akomodasi, konsumsi dan transportasi peserta”jelasnya.

Hingga saat ini Mirza bersama panitia muktamar masih terus melakukan pendataan rumah rumah warga yang bersedia ditempati dengan ketentuan ada mobil, sopir, bensin dan konsumsi yang biayanya ditanggung oleh tuan rumah.

Bahkan puluhan warga yang lain mengajukan diri untuk ditempati peserta, namun karena di luar 8 kecamatan yang telah ditentukan akan dijadikan cadangan.

“Antusiasme warga para santri Maulana Habib Luthfi yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah Jatman rata rata adalah pengusaha kain batik, karena berdasarkan pengalaman tamu tamu yang menginap selalu membawa berkah tersendiri. Sehingga berapapun biaya yang dikeluarkan untuk melayani peserta muktamar tidak menjadi masalah” terangnya.

Lanjut Mirza, ketersediaan penginapan, konsumsi, sopir, mobil dan bbm di gotong bersama-sama oleh masyarakat sekitar penginapan termasuk biaya operasional dan keperluan dapur umumnya,” ujarnya

Mirza berjanji dalam minggu ini seluruh persiapan pemondokan dan petugas yang akan mendampingi peserta muktamar yang terdiri dari para kiai dan mursyid thariqah sudah selesai.(Bib/BJ/RP/RS)

Komentar
Content Protection by DMCA.com