PDAM Kota Malang Utang 3,7M,Masyarakat Yang Jadi Korban

0
3163

Malang Raya,sigap88 – Pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) antara Kota Malang dan Kabupaten Malang masih belum kunjung selesai,pasalnya PDAM Kota yang selama ini di ketahui sejak tahun 2016 di sinyalir telah menanggung hutang kepada PDAM kabupaten malang mencapai kurang lebih 3,7 milyar,sehingga terjadi pengurangan debit air dari kabupaten ke kota sangat berdampak kepada masyarakat luas.Rabu,(8/11/17)

PDAM Kota Malang memanfaatkan 2 (dua) sumber air yang berada di wilayah Kabupaten Malang yaitu sumber wendit,kecamatan pakis dan sumber pitu,kecamatan Tumpang.Sistem kerjasama yang di terapkan pada kedua sistem tersebut berbeda,yaitu: pemanfaatan sumber wendit menggunakan sistem kerjasama antar pemerintah Daerah (G to G),yaitu antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang.

Pemanfaatan sumber Pitu menggunakan sistem kerjasama antar PDAM (B to B ),yaitu antara PDAM Kabupaten Malang dan PDAM Kota Malang.

Mulai bulan Mei 2017,PDAM Kota Malang telah memanfaatkan air dari Sumber Pitu untuk melayani pelangganya.Sehubungan dengan hal tersebut,team dari PDAM Kabupaten Malang dan PDAM Kota Malang bersama sama menyusun perjanjian kerjasama pemanfaatan air sumber pitu.setelah di peroleh kesepakatan,ternyata Direktur utama PDAM Kota Malang tidak bersedia menandatangani perjanjian kerjasama.Dasar pertimbangan PDAM Kabupaten Malang melakukan penagihan biaya operasional dan pemeliharaan kepada PDAM Kota Malang,adalah:

a. pasal 3 berita acara serah terima pengelolaan bangunan jaringan perpipaan air baku sumber pitu kabupaten/kota malang tahun anggaran 2012 – 2014 PPK PAB I SNVT PJPA brantas BBWS brantas jawa timur nomor:AM.01.01/001/PAB I/II/2016 tanggal 15 februari 2016 yang menyatakan bahwa biaya oprasi dan pemeliharaan,perbaikan dan keamanan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA,dalam hal ini adalah PDAM kabupaten malang dan PDAM kota malang.

b. Bahwa PDAM kabupaten malang adalah pemilik lahan dan semua perijinan pemanfaatan air sumber pitu.

c. Bahwa komponen tagihan biaya oprasional dan pemeliharaan sebesar Rp.610,/m³terdiri dari biaya oprasional dan peliharaan,koncervasi lingkungan,CSR dan perlindungan air baku,pajak ABT,gaji pegawai,penyusutan dan laba,sesuai dengan kesepakatan team PDAM kota maoang dan PDAM Kota Malang.

d. Mulai bulan mei 2016 sampai dengan saat ini,PDAM Kota Malang telah menjual air sumber pitu kepada maayarakat kota malang.Berdasarkan data stand meter induk,jumlah air yang di jual sampai dengan bulan oktober 2017 sebanyak 6.149.100

e. Diperkirakan PDAM Kota Malang telah menerima pendapatan air sebesar 6.149.100m³ x Rp.5.128,- = 31.532.584.800,- ( dengan asumsi harga jual rata – rata Rp.5.128,-/m³/sesuai hasil audit BPKP tahun 2015),

f. PDAM Kabupaten Malang mengirimkan tagihan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp.3.751.063.000,- atau sebesar 11,8% dari pendapatan yang di terima oleh PDAM Kota Malang,

begitu hasil dari Press Release sigap88.com yang di sampaikan Direktur utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang,H.Samsul Hadi,S.Sos.MM (Dar/thur)

Komentar
Content Protection by DMCA.com