Pasca PSBB di Malang Raya, Pengunjung Pasar Singosari ‘Membeludak’

249

Malang, Sigap88 – Setelah resmi diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya, pada Minggu (17/5/20) lalu, Pasar Singosari, kabupten Malang justru dipadati para pengunjung dan para pedagang.

Hal tersebut menyita perhatian Bupati Malang Drs. HM Sanusi, untuk terjun langsung ke lokasi pasar terkait dengan membludaknya para pengunjung dan pedagang, pasca diberlakukannya PSBB.

Bersama Forpimda dan Muspika Kecamatan Singosari, Bupati Malang, meminta pembatasan pedagang dengan penerapan genap ganjil, tapi masih banyak pedagang yang tidak setuju dengan adanya sistem tersebut di karenakan sudah mendekati lebaran idul fitri.

Berkaitan dengan sistem yang telah dilanggar oleh pengunjung dan pedagang, Kepala Dinas Perindag Kabupaten Malang Dr. Agung Purwanto, M.Si di bantu Muspika Kecamatan Singosari memasang selebaran aturan atau himbauan di setiap toko atau lapak pedagang pasar Singosari.

Sementara, Kepala Unit Pasar Singosari Anton Apriansyah, SE sangat terkejut dengan membludaknya pengunjung pasar ditengah PSBB di Malang Raya, “Kami sempat kaget. pengunjung itu belanja untuk persiapan PSBB sekaligus guna kebutuhan untuk berbuaka puasa serta persiapn menjelang hari Raya Idul Fitri,” Ungkap Anton.

Menurut Anton, pihaknya sudah menyampaikan terkait dengan pembatasan bagi para pedagang dan pengunjung, “Kami sudah menyampaikan pembatasan pedagang dan itupun bisa kita lakukan. akan tetapi pembatasan pengunjung, hal itu di luar kemampuan kita tentunya,” terangnya.

Di lokasi pasar, salah satu pedagang pakaian H. Arif mengatakan, bahwa para pedagang melalui P3KM Unit Singosari mencoba menyampaikan ke Forpimda untuk memberikan kelonggaran selama H-5 lebaran tidak diterapkan genap ganjil. namun, usaha tersebut di tolak oleh Forpimda, padahal momen tersebut merupakan momen pedagang khususnya pedagang pakaian.

“Kami baru tau sekarang, kalau kondisinya seperti ini. namanya masyarakat kecil, hanya bisa nurut dan berharap semoga wabah Covid-19 ini bisa segera terselesaikan di negara kita ini,” Ucapnya.

Sementara itu, Riski, pengunjung pasar asal Kecamatan Lawang, mengaku bahwa ia belanja guna kebutuhan sehari-hari untuk stok selama diberlakukan PSBB.

“Selain untuk stok masa PSBB, barang belanjaan ini nantinya juga untuk kebutuhan hari raya, karena di pasar tersebut dianggap lebih murah dari harga pasar di daerah lain,” urainya.

Meski terlihat penuh sesak, kesadaran para pedagang dan pembeli, terlihat patuh dengan menggunakan masker juga menyediakn Hand Sanitizer serta tempat cuci tangan yang sudah disediakan oleh pengelola pasar Singosari.

“Alhamdulillah, kesadaran para pedagang dan para pengunjung dalam penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini masih tinggi, dengan mengenakan masker, hand sanitizer dan selalu cuci tangan,” Pungkas Anton. (Putra)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE