Panwascam Arjasa Gelar Apel Bersama Dalam Rangka Hari Tenang

0
0

Sumenep sigap88- Apel Upacara masa tenang yang di selenggarakan oleh Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) di alun alun kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep Jawa timur, Minggu 14/04/2019.

Apel upacara dalam rangka pengamanan waktu masa tenang di hadiri oleh Forpimka Arjasa, kepala desa Arjasa ketua Panwascam Arjasa Nurul Ifkil Firdaus dan semua anggota Panwas kecamatan Arjasa.

Panwascam mempunyai tugas sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan dalam Undang undang nomer7 tahun 2017 tentang pemilihan umum yang tertuang dalam pasal 105, pasal 106 dan pasal 107.

Sehingga, mengacu pada hal tersebut maka Panwascam Arjasa mempunyai tanggung jawab agar supaya pemilu yang akan terselenggara pada hari Rabu 17 April 2019 berjalan dengan tertib, aman sesuai dengan harapan bersama.

“Secara aturan dalam masa tenang seluruh bentuk kegiatan kampanye di masa tenang secara individu atau secara umum harus di tiadakan, karena hal tersebut melanggar aturan”, kata ketua Panwascam Arjasa Nurul Ifkin Firdaus.

Dirinya berharap, dalam masa tenang ini masyarakat menjadi tenang damai dan tentram dalam menghadapi pilihannya nanti setelah sampai di tempat pemungutan suara.

Panwascam akan menerjunkan anggotanya sebanyak 19 personil di setiap desa dan di tambah dengan pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebanyak 318 personil se kecamaran Arjasa yang nantinya akan membantu kegiatan pelaksanaan pesta demokrasi.

“Peran serta masyarakat dalam pengawasan akan meningkatkan kesuksesan jalannya pemilu yang akan membawa Bangsa ini lebih maju”, pungkasnya.

Selain itu Kapolsek Arjasa IPTU Karsono, SH menyampaikan, marilah kita jaga bersama stabilitas keamanan dan ketentraman dalam suasana pemilu ini.

“Masa tenang bisa dipergunakan dengan baik, tidak boleh ada kegiatan atau pergerakan mengarah ke bentuk kampanye, yang bisa menimbulkan ketidak kondusipan dalam masa tenang ini, dan itu merupakan pelanggaran dalam pemilu”, ucap Iptu Karsono.

Kapolsek Arjasa menegaskan, apabila ada suatu pelanggaran pemilu maka harus secepatnya dilakukan pelaporan, karena apabila terjadi pelanggaran dalam pemilu pelaporannya lebih dari satu minggu, maka dianggap kadaluarsa “penemuan permasalahan dilapangan secepatnya di informasikan kepada Panwascam”, pungkasnya. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE